Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Tahukah Anda, Kesehatan Anak Ditentukan pada 1000 Hari Pertama

Sabtu 29 Sep 2012 23:52 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Usia bayi hingga tiga tahun ialah Periode Emas. Optimalkan tumbuh kembang anak dengan stimulasi dan makanan kaya nutrisi

Usia bayi hingga tiga tahun ialah Periode Emas. Optimalkan tumbuh kembang anak dengan stimulasi dan makanan kaya nutrisi

Foto: essentialbaby.com.au

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Kondisi kesehatan anak mulai ditentukan 1.000 pertama kehidupannya yang dimulai sejak terjadinya kehamilan.  Direktur Medis Nutricia Indonesia Sejahtera Swissanto Soerojo, menyampaikan itu di Yogyakarta, Sabtu (29/9).

"Oleh karena itu kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan selama hamil ikut menentukan kesehatan anak di masa depan," katanya pada simposium "The Importance of Early Life Nutrition to Support Long Term Health", di Yogyakarta.

Menurut dia, masalah gizi dan kesehatan anak selama rentang masa tersebut jika tidak ditangani akan memberikan dampak negatif pada usia selanjutnya.

Berkaitan dengan hal itu inisiatif gerakan 1.000 hari pertama kehidupan yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah merupakan salah satu contoh program untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan malnutrisi.

"Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi saat ini dan masa depan melalui gizi sejak awal kehidupan dengan kepedulian, wawasan, dan keahlian," katanya.

Pakar gizi medis dari Perhimpunan Nutrisi Indonesia, Saptawati Bardosono mengatakan berbagai penelitian epidemologi menunjukkan terdapat hubungan antara isu kesehatan jangka panjang dengan gizi awal kehidupan.

Menurut dia, untuk kurang gizi maupun kelebihan gizi pada masa anak-anak dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan jangka panjang. "Kita telah melihat dampak malnutrisi pada masa anak-anak terhadap orang dewasa dengan semakin banyaknya anggota masyarakat yang mengalami obesitas maupun penyakit noninfeksi seperti diabetes, jantung, dan hipertensi," katanya.

Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Siswanto Agus Wilopo mengatakan dalam konteks itu perlu upaya terintegrasi dalam sasaran jangka panjang Gerakan Nasional Sadar Gizi yang dicanangkan tahun ini.

"Gerakan itu bertujuan mengurangi proporsi anak balita kurus kurang dari lima persen, menurunkan anak yang lahir dengan badan rendah sebesar 30 persen, proporsi balita pendek 40 persen, dan menahan laju kenaikan proporsi anak yang memiliki gizi lebih," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA