Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Ini yang Dijanjikan Ahok dalam 100 Hari

Kamis 20 Sep 2012 23:21 WIB

Rep: Mansyur faqih/ Red: Hazliansyah

 Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama istrinya Veronica usai memberikan hak suaranya di TPS 059 Kelurahan Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/9).  (Zabur Karuru/Antara)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama istrinya Veronica usai memberikan hak suaranya di TPS 059 Kelurahan Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/9). (Zabur Karuru/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil perhitungan cepat Pilkada DKI menunjukkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul dari pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Jika memang dinyatakan menang Pilkada, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok berjanji melakukan perubahan dalam waktu 100 hari. 

"Dalam 100 hari, kami ingin masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan perizinan. Termasuk transparansi anggaran,'' ungkapnya di Jakarta, Kamis (20/9).

Ia menilai, program-program itu menjadi prioritas karena merupakan yang langsung menjadi harapan pemilih. Yaitu, adanya jaminan kesehatan dan penidikan. Karena saat ini memang banyak orang yang tidak beruntung dan tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak.

Tak hanya itu, Ahok juga berjanji meningkatkan sarana transportasi di Ibukota. Antara lain menambah armada bus Transjakarta menjadi seribu unit.  "Busway dirancang dengan baik, cuma manajemennya tidak efektif. Termasuk bus di luar Transjakarta. Kita ingin dalam 100 hari rakyat bisa rasakan sesuatu yang lain,'' lanjut Basuki.

Tak hanya itu, Ahok juga menjanjikan akan mengatur periklanan dengan menggunakan teknologi LED. Setidaknya, media LED untuk papan iklan akan diterapkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang menghubungkan Kota dan Blok M. Dengan begitu, pemerintah daerah akan memiliki perbaikan pendapatan dari sisi pajak. 

''Saya kira 100 hari itu juga sebagai sebuah uji coba kepada PNS dan kepala dinas. Apakah bisa mengikuti langkah kami atau tidak,'' pungkasnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA