Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Jokowi Unggul, Simpatisan PDIP Solo Sujud Syukur

Kamis 20 Sep 2012 17:49 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Jokowi saat mendatangi pendukungnya

Jokowi saat mendatangi pendukungnya

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Puluhan simpatisan PDI Perjuangan Kota Solo, Kamis (20/9) menggelar sujud syukur dan mencukur gundul rambutnya atas kemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama di berbagai quick count.

"DKI siapa yang punya. Yang punya Pak Jokowi," teriak para simpatisan PDI Perjuangan.

Para simpatisan PDIP DPC Kota Solo tersebut, menyatakan meskipun penghitungan suara Pemilukada DKI masih dalam proses, tetapi mereka sudah yakni dari quick count diikuti melalui siaran langsung televisi. Bahkan, salah satu perempuan simpatisan PDI Perjuangan asal Ranting Laweyan, Indri (40) juga mencukur rambutnya hingga pelontos.

Menurut Indri, sejak Jokowi maju sebagai cagub DKI, ia sudah berjanji mencukur rambutnya hingga gundul jika Wali Kota Solo menjadi Gubernur DKI. "Rambut saya ini, sudah tiga tahun dipelihara langsung digundul, setelah pasangan Jokowi-Ahok menang dalam perhitungan cepat Foke-Nara," ucapnya.

Jokowi, kata Indri, merupakan putra Solo terbaik. Bahkan, beliau masuk walkot terbaik internasional. "Maka, saya bangga Pak Jokowi pantas memimpin DKI untuk berubahan," katanya.

Hal serupa juga dilakukan  Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo. Wakil Wali Kota Solo itu juga ikut mencukur gundul rambut seperti para simpatisan. Menurut Rudyatmo para simpatisan melakukan cukur gundul atas kemauannya sendiri.

"Hasil penghitungan cepat menunjukan pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan suara 54,11 persen dan Foke-Nara 45,89 persen. Namun, hal itu, masih proses dan harus menunggu penghitunga resmi oleh KPU," tukasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA