Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Menara Syahbandar Semakin Miring

Rabu 12 Sep 2012 21:58 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Dewi Mardiani

Menara Syahbandar, Jakarta Utara, Minggu (5/2). (Republika/Prayogi)

Menara Syahbandar, Jakarta Utara, Minggu (5/2). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menara Syahbandar yang berada dalam satu komplek dengan Museum Maritim Bahari di Jalan Pasar Ikan I, Penjaringan, Jakarta Utara kondisinya tampak memprihatinkan. Pasalnya, Menara Syahbandar ini tampak semakin miring ke arah selatan dari tahun ke tahun.

Menara Syahbandar yang merupakan salah satu dari 12 jalur wisata di pesisir utara Jakarta ini dari kejauhan tampak miring. Bahkan ketika pengunjung mencoba naik ke atas menara. Kemiringan dari menara ini akan lebih terasa.

Menara Syahbandar yang berdiri dengan tinggi lima meter dan lebar tiga meter ini dibangun dengan tiga lantai. Di tepi Jalan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, menara ini tampak mencolok dengan warna putih dan merah di bagian atap.

Ketika sedang berada di atas menara, pengunjung akan merasakan getaran setiap kali kendaraan berat melintas. Hal ini, karena menara tersebut berdiri di tepi Jalan Pakin ini yang menjadi jalan utama bagi kendaraan berat untuk melintas ke arah Pelabuhan Tanjung Priok.

Ratna (26 tahun), pengunjung Menara Syahbandar, mengatakan kondisi menara memang miring. Namun ketika sudah berada di atas menara, ia dapat melihat pemandangan kota pesisir utara tersebut. "Mungkin yang unik karena miring, cuma ya agak takut kalau truk kontainer baru melintas," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi menara yang miring tersebut juga terlihat jika pengunjung berdiri di sebelah barat menara. Menara tersebut tampak condong ke arah jalan.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Edukasi dan Pameran UP Museum Bahari, Irfal Guci, kemiringan Menara Syahbandar ini sekitar 5 derajat ke arah selatan. Ia mengakui tidak mengetahui secara pasti kapan menara ini mulai miring.

Dikatakannya, miringnya menara Syahbandar ini dikarenakan banyaknya kendaraan berat seperti truk kontainer yang berlalu lalang di Jalan Pakin. Sehingga menyebabkan kemiringan menara bertambah. "Menara itu dibangun di atas tanah dari aliran sungai, jadi tidak kuat," ungkapnya, Rabu (12/8).

Untuk mengantisipasi robohnya Menara Syahbandar, Irfal mengatakan, pernah melakukan pemasangan pancangan di menara tersebut. Sementara pada akhir tahun ini akan dilakukan pemugaran. Untuk melakukan konservasi Menara Syahbandar, anggaran yang disediakan sebesar Rp 4,5-5 miliar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA