Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Krisis Pangan Jadi Peluru Kubu Oposisi

Kamis 06 Sep 2012 20:36 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Chairul Akhmad

Kupon makanan di AS (ilustrasi).

Kupon makanan di AS (ilustrasi).

Foto: d-sector.org

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) mengatakan sekitar 17 juta warga AS di seluruh negeri mengalami kesulitan pangan pada 2011.

Krisis pangan di negara adidaya ini merupakan peluru tajam bagi kubu oposisi. Melihat kedua partai di AS, Republik dan Demokrat sedang berebut pengaruh untuk pemilihan umum November mendatang.

Sebagai oposisi, Partai Republik menyerukan untuk dilakukan pemotongan besar dalam pemberian kupon makanan. Keputusan tersebut menurut Republik akan mengurangi defisit anggaran yang dialami AS belakangan.

Dalam konvensi Partai Republik di Tampa Florida akhir pekan lalu, calon presiden dari partai konservatif tersebut, Mitt Romney, mengatakan program Medicaid yang diusung penguasa saat juga harus dipotong kembali untuk keseimbangan keuangan dalam pengunaan anggaran.

Namun, calon incumbent dari Partai Demokrat, Barack Obama, mengingatkan bahwa pemotongan pemberian kupon santunan tidak perlu dilakukan. Begitu juga soal program bantuan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Press TV mengatakan tidak kurang dari 75 miliar dolar AS digelontorkan oleh pemerintah kepada Departemen Pertanian, guna mengatasi krisis bahan pangan. Nilai tersebut anggaran terbesar dalam empat tahun terkahir.







sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA