Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Tertarik Wisata Bahari, Inilah yang Dilakukan Singapura di Kepri

Rabu 05 Sep 2012 05:03 WIB

Red: Endah Hapsari

Dolar Singapura (ilustrasi)

Dolar Singapura (ilustrasi)

Foto: wn.com

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM---Pengusaha Singapura tertarik menanamkan investasi bidang pariwisata bahari di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan Duta Besar Singapura untuk Indonesia dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur di Batam, Selasa.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Suryo Respationo mengatakan Dubes Singapura untuk Indonesia menyampaikan keinginan beberapa pengusaha untuk menjajaki usaha maritim di Kepri. "Mereka hendak ekspansi dalam investasi wisata bahari," kata dia.

Pengusaha Singapura Kepri memiliki potensi yang besar dalam wisata bahari, mengingat 96 persen wilayah provinsi muda itu adalah perairan.

Ia mengatakan dari beberapa wilayah di Kepri, yang unggul dalam pariwisata bahari adalah Natuna, Anambas dan Lingga. Namun lokasinya yang jauh menjadi kendala. "Masalah konektivitas," kata dia.

Infrastruktur di daerah-daerah itu juga belum terbangun dengan baik sehingga perlu dirangsang demi tumbuhnya investasi pariwisata. "Kalau Singapura-Batam dan Singapura-Tanjungpinang tidak masalah, tapi dari Natuna, Anambas dan Lingga itu butuh akses," kata dia.

Perairan Natuna, Anambas dan Lingga, kata dia, bisa dijadikan alur pelayaran kapal yacht. "Bisa dijadikan konvoi yacht," kata Wakil Gubernur.

Apalagi, komunitas yacht di Singapura sedang tumbuh pesat. Pemerintah Kepri, kata dia, menyambut baik penjajakan pihak Singapura untuk membangun wisata maritim di Kepri.

Ia mengatakan jika investasi masuk, maka akan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau investasi masuk, kemajuan jadi paralel, jumlah penyerapan tenaga kerja bertambah," kata dia.

Investasi memberikan banyak dampak turunan pada pertumbuhan ekonomi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan Kepri memiliki potensi yang besar dalam pengembangan pariwisata bahari.

Apalagi, kata dia, penggemar yacht Singapura kekurangan lahan perairan untuk berlayar. "Wilayah Natuna dan Amanbas menjadi tempat yang sangat baik menjadi 'playground'," kata dia.

Sayangnya, di wilayah itu belum terdapat marina yang memadai untuk labuh jangkar kapal-kapal yacht. "Kami mengundang swasta untuk membangun marina karena potensinya besar," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA