Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Demokrat Serius Garap Massa Mengambang

Jumat 31 Aug 2012 03:57 WIB

Red: Taufik Rachman

Bendera Partai Demokrat.

Bendera Partai Demokrat.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wasekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa memastikan Demokrat bekerja keras merebut suara mengambang yang masih tinggi untuk kembali memenangi Pemilu 2014.

Kepada pers di Jakarta, Kamis, Saan menuturkan bahwa tingginya jumlah masyarakat yang belum menentukan partai mana yang akan dipilihnya saat pemilu nanti, menjadi persoalan klasik semua parpol.

"Karena masih tinggi, maka yang jadi PR adalah bagaimana menggarap pemilih itu untuk memilih Demokrat. Yang kami pikirkan bukan bagaimana mengalahkan Golkar dan PDIP, tapi bagaimana merebut pemilih yang belum menentukan pilihan," ujar Saan, menanggapi hasil survei nasional Charta Politika yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (30/8).

Menurut Saan, bukan hal yang mustahil apabila Demokrat kembali menduduki peringkat pertama tidak hanya di dalam hasil survei, tapi juga dalam pemilu legislatif mendatang.

Hal itu, kata Saan, terlihat dari tingkat elektabilitas parpol tiga besar yang selalu dikuasai Golkar, Demokrat dan PDIP dalam berbagai hasil survei.

"Hasil survei yang menempatkan PD berada di peringkat kedua maka tingkat kepercayaan publik mulai pulih," ucapnya.

Sekretaris FPD DPR RI itu juga mengatakan bahwa masuknya Partai Nasdem sebagai pendatang baru di lima besar berdasarkan hasil survei-survei selama ini juga akan menarik bagi publik.

"Kompetisi makin ketat dan menarik karena publik akan melihat pendatang baru bisa tidak jadi penantang bagi partai mapan," tuturnya.

Sementara mengenai fluktuasi kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa, ia berpendapat, dalam sistem politik demokratis adalah sesuatu yang biasa dan kepuasan itu terkadang dipengaruhi momentum atau isu.

"Survei Charta Politika dilakukan bulan Juli, saat bulan puasa maka masyarakat mengeluhkan tingginya bahan sembako. Jadi saat itu tingkat kepuasan rendah tapi pemerintah akan 'rebound' terhadap ketidakpuasan ini," kata Saan.

Saan meyakini di sisa masa pemerintahan SBY-Boediono, tingkat ketidakpuasan masyarakat akan terus membaik dan tentunya itu juga berpengaruh positif bagi Demokrat.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA