Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Gara-gara Doping, Medali Emas Ostapchuk Ditarik

Senin 13 Aug 2012 22:21 WIB

Red: Taufik Rachman

Logo Olimpiade 2012.

Logo Olimpiade 2012.

Foto: robladin.com

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Atlet Belarus, Nadezhda Ostapchuk, Senin, menjadi atlet peraih medali pertama yang didiskualifikasi dari Olimpiade London 2012 karena doping. Medali emasnya pada nomor tolak peluru putri dicopot, dan diserahkan pada atlet Selandia Baru, Valerie Adams.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberi konfirmasi, atlet Selandia Baru, Valerie Adams, dihadiahi medali emas setelah pada sampel urin Ostapchuk ditemukan kandungan zat terlarang, metenolone.

Ostapchuk mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan IOC tersebut. "Tentu saja kami akan melawan keputusan ini tapi masih belum jelas benar apa dan terhadap siapa tepatnya kami akan melakukan protes," kata atlet berusia 31 tahun itu pada Radio Liberty.

"Kami akan membuat keputusan setelah kami mendapat lebih banyak informasi," kata Ostapchuk.

Ostapchuk, juara dunia 2005, merebut medali emas secara mengejutkan dengan tolakan sejauh 21,36 meter untuk mengakhiri hampir dua tahun tidak rekor terkalahkan atas atlet berusia 27 tahun, Adams, yang meraih perunggu dengan tolakan sejauh 20,70 meter.

Atlet Rusia, Yevgeniya Kolodko, kini perolehan medalinya dinaikkan menjadi perak dan atlet China, Lijiao Gong, mendapat perunggu.

Sebelumnya dalam pernyataan IOC mengatakan, atlet tersebut pertama kali diminta menyerahkan sampel urine untuk kontrol doping pada 5 Agustus."

"Dia berkompetisi pada hari berikutnya pada nomor tolak peluru putri, di mana dia menempati posisi pertama, dan diminta untuk memberikan sampel langsung setelah kompetisinya."

Kedua sampel tersebut, menurut IOC, diindikasikan terdapat metenolone, yang digolongkan sebagai zat anabolic yang masuk daftar yang dilarang pada 2012.

Ostapchuk berkompetisi pada olimpiade ketiga dia di London. Dia berada di posisi keempat di Athena pada 2004 dan meraih perunggu di Beijing empat tahun lalu.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA