Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Apa Sih Penyebab Indonesia Melempem di Olimpiade?

Ahad 12 Agu 2012 02:11 WIB

Rep: Citra Listya Rini/ Red: Karta Raharja Ucu

 Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Erick Thohir bersama lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (kanan).

Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Erick Thohir bersama lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minimnya prestasi Indonesia di Olimpiade London 2012 tidak sepenuhnya kesalahan para atlet. Sport science dan teknologi, termasuk porsi latihan atlet menjadi faktor penting penunjang prestasi.

Dalam diskusi panel olahraga menyikapi hasil Olimpiade London 2012 bertajuk 'Menyusun strategi pembinaan olahraga jangka panjang Indonesia' di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jakarta, Jumat (10/8) malam, Pengamat Olahraga, Indrajati Sidi, mengatakan sport science dan teknologi berperan penting dalam pelatihan atlet. Kedua hal tersebut, kata dia, terbukti sukses diterapkan dunia olahraga di Australia. 

"Misalnya Australia yang berhasil menjuarai cabang olahraga dayung di Olimpiade Sydney 2000 setelah menerapkan sport science dan teknologi. Jadi faktor makanan, otot atlet, vitamin, dan teknologi, semua digabungkan untuk mencapai prestasi," kata Indrajati.

Menurutnya, jika Indonesia tidak menerapkan sport science dan teknologi dalam membangun prestasi dunia olahraganya, jangan heran kalau nantinya prestasi Indonesia akan tertinggal jauh dari negara lain. Untuk itu, Indrajati, mengharapkan pemerintah dan pemangku dunia olahraga di tanah air agar menyikapi strategi pembinaan olahraga jangka panjang Indonesia.

"Kita harus menyusun strategi pembinaan olahraga dari hulu ke hilir. Jadi (pembinaan olahraga) dimulai dari sekolah, klub, hingga pengurus besar," imbuh Indrajati menyarankan.

Selama ini, masih kata Indrajati, Indonesia juga cukup lemah dari segi talent scouting dan sekolah. Indrajati menegaskan sekolah itu adalah basis atlet. Setelah melihat bakat calon atlet di sekolah, kemudian ditindaklanjuti dengan talent scouting untuk memoles atlet.

"Sekolah itu penting bagi atlet, jadi kita harus usahakan tidak ada dikotomi dengan olahragawan dan sekolah. Atlet itu harus pintar juga akademisnya, lihat saja kehebatan atlet Amerika Serikat yang berprestasi di dunia olahraga dan pendidikannya," papar Indrajati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA