Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Demam Panggung Sandiwara di London School

Senin 23 Jul 2012 12:30 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

drama

drama

Foto: stikom

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Demam pilkada yang melanda Jakarta, seolah menjadi panggung sandiwara yang sarat dengan tontonan politik. Panggung ini menarik, dan disaksikan banyak kalangan. Panggung sandiwara memang sarat dengan tontonan menarik.

STIKOM The London School of Public Relations-Jakarta (LSPR) melalui konsentrasi Performing Arts of Communication, kini juga tengah menampilkan panggung sandiwara sebenarnya. Melalui panggung ini, mahasiswa-mahasiswi diajarkan mengenai dasar-dasar seni pertunjukan sehingga mereka dapat berkarya melalui sebuah pertunjukkan teater.

London School menggelar festival teater ke delapan dengan tajuk “The 9th LSPR Theatre Festival 2012”. Dalam tujuh hari berturut-turut dipersembahkan 13 judul teater oleh mahasiswa-mahasiswi LSPR yang kini masih duduk di tahun pertama tersebut. Ketiga belas judul tersebut adalah The Wizard of Oz, The Creepy Corpse of Cal Capone, The Gender Agenda, Yuki Onna, A Lady of The Night, The Intruder, Legally Blonde, Manipuloveted, The Night Watchman, A View from The Bridge, The Mating Dance, The Importance of Being Earnest, Ever Young.

Ketiga belas teater berbahasa Inggris ini berlangsung pada 12-18 Juli 2012 lalu di Prof Djayusman Auditorium and Performance Hall, STIKOM LSPR-Jakarta, Sudirman Park Campus Jl KH Mas Mansyur Kav 35 Jakarta Pusat. Dua teater ditampilkan setiap harinya dan dinilai oleh para juri yang juga kompeten di bidangnya yaitu Arswendo Atmowiloto-Budayawan yang juga berkecimpung dalam dunia teater, Seno Joko Suyono- budayawan, dan juga Putu Fajar Arcana.   

Di hari terakhir, 18 Juli 2012 diumumkan teater terbaik yang meliputi kategori Best Production, Best Director, Best Lead Male, Best Lead Female, Best Supporting Male, Best Supporting Female, Best Production Design dan Best Custome & Make Up. “Pertunjukkan teater ini tak hanya melatih para mahasiswa menunjukkan talentanya dalam bidang seni dan komunikasi. Mereka juga  harus mampu mengatur emosi yang tentunya sudah terkuras habis selama proses latihan berlangsung, ” Ujar Renata Tirta  MSi,  Associate Dean of Performing Arts of Communication sekaligus dosen mata kuliah Introducing to Performing Arts of Communication.     

Dalam setahun LSPR menyelenggarakan dua kali Teater Festival, sehingga paling tidak ada 27 produksi yang dihasilkan oleh Teater Festival.  Hingga tahun 2012 ini, STIKOM LSPR telah berhasil memproduksi sebanyak 103 judul teater. Mungkin LSPR satu-satunya kampus komunikasi di dunia, terbanyak menghasilkan produksi teater mahasiswa.

sumber : STIKOM London School
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA