Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Aktivitas Merapi Aktif Normal

Senin 16 Jul 2012 19:02 WIB

Red: Taufik Rachman

Dokumen foto kubah lava Gunung Merapi yang terbentuk akibat erupsi tahun 2010 diabadikan dari Desa Ngargosoko, Dukun, Magelang, Jawa Tengah

Dokumen foto kubah lava Gunung Merapi yang terbentuk akibat erupsi tahun 2010 diabadikan dari Desa Ngargosoko, Dukun, Magelang, Jawa Tengah

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG--Guguran kecil masih terjadi di puncak Gunung Merapi menyusul guguran dinding kubah lava cukup besar di sisi barat yang menimbulkan hujan abu pada Minggu (15/7) malam.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kecamatan Dukun, Ismail di Magelang, Senin, mengatakan, hingga sekarang aktivitas Gunung Merapi masih aktif normal.

"Aktivitas Merapi masih aktif normal. Tercatat beberapa kali terjadi getaran kecil, sifatnya hanya lokal di puncak saja dan hal ini biasa terjadi," katanya.

Ismail menuturkan, kejadian hujan abu yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Minggu malam, karena dinding kubah lava sebelah barat longsor. Longsor atau guguran itu terjadi karena dinding lava mengalami pelapukan yang biasa terjadi di kawasan puncak.

Menurut dia, pada musim kemarau susunan material yang ada di kawasan puncak menjadi tidak kokoh dan gampang luruh.

"Musim kemarau menyebabkan kondisi di puncak cenderung kering sehingga batu dan pasir tidak lengket. Akhirnya membuat material mudah lepas dan banyak yang longsor," katanya.

Ia mengatakan, guguran tersebut membuat abu di sekitar puncak Merapi membumbung seperti kepulan asap. Akibat tertiup angin maka abu ini kemudian terbawa hingga menimbulkan hujan abu di sejumlah wilayah.

Ismail mengungkapkan, terus mengamati keadaan puncak Gunung Merapi, namun pengamatan secara visual terhalang oleh kabut tebal yang menyelimuti kawasan puncak Merapi. Berdasarkan pantauan di wilayah lereng Gunung Merapi, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasanya.

Beberapa petani mencoba membersihkan tanaman tembakau dari abu Merapi yang menempel di daun. "Kami khawatir abu Merapi dapat merusak daun tembakau yang siap panen ini maka kami bersihkan," kata petani Dusun Pugeran, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Sunardi.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA