Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Jika Jokowi Pergi, Sekda: Solo Sudah Tersistem

Jumat 13 Jul 2012 19:08 WIB

Rep: Afriza Hanifa/ Red: Hafidz Muftisany

Walikota Solo Jokowi

Walikota Solo Jokowi

Foto: themarketeers

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surakarta, Budi Suharto mengatakan, Kota Solo telah membentuk sebuah sistem. Sehingga jika nantinya Joko Widodo terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta, Solo tidak akan berubah dari sistem yang telah dibentuk oleh Jokowi tersebut.

"Hal yang luar biasa dalam kepemimpinan Pak Wali ini adalah membentuk sebuah sistem. Menurut saya, hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan beliau, gak cuma pak wali tok loh ya, pak wakil juga karena kepemimpinan itu kan satu paket, sudah berhasil membentuk sistem," tuturnya.

Dengan sistem yang telah menapak kuat di Kota Solo tersebut, kata Budi, kepergian Jokowi tidak akan berdampak buruk bagi kota Solo. Kota akan berjalan sesuai dengan sistem tersebut.

"Telah ada sistem. Jadi pasti syaratnya, pasti mekanismenya, pasti waktunya, pasti biayanya, pasti siapa pihak yang berhak atas programnya, PKMS misalnya," tutur pegawai yang gemar bersepeda saat ke kantor tersebut.

Oleh karena itu menurutnya, pihak pemkot Surakarta sepenuhnya mendukung Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta. Tidak ada kekhawatiran atas Kota Solo jika Jokowi meninggalkan jabatan sebagai walikota Surakarta.

"Kami tidak mendahului pihak siapapun, mewakili pemkot dan PNS Solo, mendorong pak wali bisa lanjut ke DKI satu," tutur pegawai termuda di jajaran Pemkot Surakarta tersebut.

Sementara itu, beberapa warga Solo mengaku merasa khawatir jika Jokowi menjadi gubernur di ibu kota. Beberapa pedagang pasar, mengadu hal tersebut kepada Jokowi saat calon gubernur DKI tersebut berkunjung ke Pasar Banjarsari, Jum'at (13/7) pagi tadi.

"Nanti PKMS (Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo) gimana?" keluh salah seorang pedagang mewakili yang lain. Mereka mengaku khawatir jika Jokowi pindah memimpin Jakarta, program kesehatan gratis bagi warga miskin tersebut akan hilang. Meski demikian, pihak pemkot meyakinkan bahwa seluruh program akan tetap berjalan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA