Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

BNI Syariah Bukukan Gadai Emas Rp250 M

Senin 09 Jul 2012 15:04 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Hafidz Muftisany

Salah satu outlet BNI Syariah.

Salah satu outlet BNI Syariah.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah membukukan pembiayaan gadai emas hingga Juni sebesar Rp250 miliar. Jumlah ini hanya setengah dari outstanding gadai emas periode yang sama tahun lalu.

"Puncak gadai emas adalah September tahun lalu," ujar Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, akhir pekan lalu. Outstanding gadai emas September 2011 mencapai Rp750 miliar.

Sejak dikeluarkannya aturan Bank Indonesia pada akhir Februari lalu beberapa bank syariah mengalami penurunan pembiayaan gadai emas. BNI Syariah mengaku titik terendah pembiayaan ini adalah pada Maret 2012, yaitu Rp 220 miliar.

Namun titik terendah ini mulai bangkit dan mengalami peningkatan hingga sampai ke angka Rp 250 miliar pada Juni 2012. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Kenaikan yang tidak terlalu signifikan ini terjadi lantaran adanya pembatasan plafon pembiayaan gadai emas untuk setiap nasabah, yaitu Rp 250 juta. Hal ini berarti ada penurunan segmen nasabah yang mengajukan pembiayaan tersebut.

Untuk pembiayaan kepemilikan emas, Imam mengatakan BNI Syariah telah menyelesaikan rancangan produknya. Imam menegaskan fitur-fitur yang ada dalam produk emas milik perusahaan tersebut tidak akan melanggar pada ketentuan regulasi yang baru saja keluar awal bulan lalu. BNI Syariah juga sudah mengajukan izin ke Bank Indonesia. "Kami berharap bulan ini sudah ada respon dari BI," ujar Imam.

Untuk saat ini BNI Syariah belum menargetkan pencapaian produk ini karena produk itu sendiri belum mendapatkan izin. Namun ia berharap produk ini bisa menjadi alternatif nasabah untuk berinvestasi di BNI Syariah.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA