Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Adab Al-Wazir, Begini Seharusnya Jadi Menteri (4-habis)

Senin 02 Jul 2012 23:43 WIB

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad

Kitab (ilustrasi).

Kitab (ilustrasi).

Foto: Wordpress.com

Pakar hukum andal

Al-Mawardi dikenal sebagai tokoh yang mendalami hukum Islam. Corak pemikiran hukumnya banyak terinspirasi dari gurunya, Abul Qasim Abdul Wahid As-Saimari.

Sebagaimana sang guru, Al-Mawardi menganut mazhab Syafi’i. Ia juga pernah berguru kepada Abdullah Al-Bafi dan Syekh Abdul Hamid Al-Isfraini.

Al-Mawardi menimba ilmu dari kedua tokoh tersebut ketika ia pindah ke Baghdad. Tak hanya pandai di satu bidang, ia juga menguasi disiplin ilmu lain; sastra, filsafat, hadis, dan etika.

Kepakarannya pun banyak menuai pujian. Ia pernah diangkat sebagai kadi di masa pemerintahan dua khalifah sekaligus, yaitu Al-Qadir Billah (381-422 H) dan Al-Qa’imu Billah (422-467 H). Penghargaan itu ia peroleh bukan tanpa sebab dan alasan kuat, melainkan karena buah dari kepakarannya.

Diceritakan, pada 1037 M, Khalifah Al-Qadir pernah meminta empat ahli hukum untuk menulis sebuah kitab di bidang fikih. Masing-masing mereka mewakili empat mazhab besar yang berlaku kala itu; mazhab Hanafi, Maliki, Hanbali, dan Syafi’i.

Saat itu, Al-Mawardilah yang mendapat kepercayaan tampil sebagai wakil dari mazhab Syafi’i. Ia menulis sebuah kitab yang diberi judul Al-Iqna’. Tak disangka, buah karyanya itu mengundang decak kagum para juri. Bahkan, sang khalifah pun mengagumi karyanya.

Dari empat kandidat itu hanya terpilih dua pakar, yakni Al-Mawardi dan Al-Quduri dengan bukunya Al-Mukhtashar. Ketertarikan itu akhirnya diwujudkan dengan disalinnya kitab tersebut ke banyak naskah lalu disebarkan di berbagai perpustakaan.

Magnum opus tokoh yang wafat pada 1508 M di usia 83 tahun itu ialah Al-Ahkam As-Sulthaniyyah. Sebuah karya berharga yang menyumbangkan gagasan tentang konstelasi negara menurut Islam. Kitab ini pun kini telah dialihbahasakan ke berbagai bahasa, seperti Inggris, Prancis, Italia, Indonesia, dan Urdu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA