Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Demi Mengejar Rekor, Spanyol Lupakan Krisis

Jumat 29 Jun 2012 22:09 WIB

Rep: irfan fitrat/ Red: M Irwan Ariefyanto

Sejumlah pemain Spanyol melakukan selebrasi setelah memastikan satu tempat di babak final Piala Eropa 2012. Spanyol berhask maju setelah menumbangkan Portugal lewat drama adu penalti dalam pertandingan yang digelar di Donetsk, Ukraina, Kamis (28/6) WIB din

Sejumlah pemain Spanyol melakukan selebrasi setelah memastikan satu tempat di babak final Piala Eropa 2012. Spanyol berhask maju setelah menumbangkan Portugal lewat drama adu penalti dalam pertandingan yang digelar di Donetsk, Ukraina, Kamis (28/6) WIB din

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID,DONETSK –– Ekspresi tegang suporter Spanyol terlihat jelas di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, ketika menghadapi Portugal di babak semifinal Piala Eropa 2012, Kamis (28/6) WIB. Sepanjang 120 menit pertandingan, skuat La Furia Roja gagal melumpuh kan lawannya, bahkan sempat terancam oleh aksi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Ketegangan makin menjadi ketika eksekutor pertama Spanyol, Xabi Alonso, gagal melaksanakan tugasnya pada adu tendangan penalti. Untungnya, La Furia Roja mempunyai sosok Iker Casillas yang menjadi penyelamat. Wajah-wajah muram fans Spanyol pun mulai berubah dan kegembiraan meledak selepas Cesc Fabregas memastikan kemenangan tim nya 4-2.

Tim Matador sekali lagi dalam empat tahun terakhir memastikan satu tempat di babak final turnamen utama. Pesta kemenangan suporter Spanyol semarak di Stadion Donbass dan di jalanan Kota Donetsk. Pesta menjalar jauh ke ibu kota Spanyol, Madrid, tempat sekitar 35 ribu suporter menyaksikan laga dari layar-layar besar. Yel-yel kemenangan bergema di luar Stadion Santiago Bernabeu. Surat kabar Spanyol AS menyebut ratusan orang juga berkumpul merayakan kemenangan La Furia Roja di Burgos dan Malaga. Keberhasilan Spanyol melangkah ke babak final ini seakan menjadi obat penawar akan krisis finansial yang tengah melanda Negeri Matador.

“Bagaimanapun, hal buruk terjadi di negara kami karena krisis dan hal lainnya, sepak bola menjadi seperti oase yang membuat orang melupakannya sejenak,” kata kapten timnas Spanyol Iker Casillas seusai laga. Publik Spanyol sekarang larut dalam euforia kemenangan dan itu bisa saja terus berlanjut.

La Furia Roja kini tinggal selangkah lagi mewujudkan ambisinya mempertahankan trofi juara Piala Eropa. Surat kabar AS menyambut keberhasilan ini dengan judul ‘Nos vamos a la final!’ (Kami menuju babak final). Sementara Marca melansir ‘Espana tiene estrella‘ (Spanyol mempunyai bintang).

Media lainnya, El Pais, menerbitkan judul ‘Espana no baja del paraiso‘ (Spanyol tidak jatuh dari surga). Semua ini menggambarkan bagaimana skuat besutan pelatih Vicente del Bosque harus bekerja keras selama 120 menit dan akhirnya terbayar lewat kemenangan di babak adu penalti.

Selepas melewati hadangan Portugal, Spanyol bersiap menyongsong sejarah. Terbuka kesempatan bagi Spanyol untuk menjadi tim pertama yang bisa mempertahankan trofi Piala Eropa. Bukan hanya itu, Iker Casillas dkk juga mempunyai peluang untuk mencetak rekor juara di tiga turnamen beruntun setelah memenangkan Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Spanyol juga bisa jadi akan menyamai koleksi tiga trofi milik Jerman di Piala Eropa andai bisa keluar sebagai juara di turnamen kali ini. Casillas optimistis bisa melakukannya. “Spanyol tengah membuat sejarah itu,” ujar kiper klub Real Madrid ini.

Del Bosque mengatakan, laga final nanti akan menyajikan pertandingan besar dan ia sudah siap siapapun yang akan menantang pasukannya. “Kami tidak terlalu peduli siapa yang akan menjadi lawan kami nanti,” ujarnya.

Melihat komposisi ini, bukan tak mungkin laga di babak final akan berjalan panjang dan berakhir melalui babak adu tendangan penalti. Casillas mengatakan, adu penalti merupakan soal keberuntungan dan di turnamen kali ini Spanyol mendapatkannya, termasuk ketika berhasil menaklukkan Italia di babak perempat final Piala Eropa 2008.

Namun, secara keseluruhan catatan penalti Spanyol tidak begitu mengesankan. Tujuh kali menentukan nasib melalui titik 12 pas, termasuk di semifinal saat ini, Spanyol hanya bisa meraih empat kemenangan. Tiga lainnya, La Furia Roja takluk di tangan Inggris di Piala Eropa 1996, dua lainnya di ajang Piala Dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA