Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Survei Merosot, Demokrat akan Panggil LSI

Senin 18 Jun 2012 11:47 WIB

Rep: Mansyur Faqih/ Red: Hazliansyah

Bendera Partai Demokrat.

Bendera Partai Demokrat.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Demokrat berencana mengundang Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan lembaga survei lainnya terkait dengan hasil jajak pendapat mengenai elektabilitas Demokrat di masyarakat yang terus melorot.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaff mengatakan, pemanggilan itu merupakan cara Demokrat menyikapi hasil survei terbaru yang dirilis LSI, Ahad (17/6). ''Fraksi Demokrat akan mengundang lembaga survey untuk memaparkan apa saja yang disurvei. Kita kan juga harus tahu, karena kita hanya mendapatkan hasilnya tapi tidak tahu apa saja yang disurvei,'' katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/6).

Dalam hasil jajak pendapat terbarunya, LSI menyampaikan tren penurunan elektabilitas Partai Demokrat. Di awal 2012, partai pemenang pemilu itu mendapatkan tingkat elektabilitas 20,5 persen. Kemudian turun pada Juni 2011 menjadi 15,5 persen. Lalu naik satu persen menjadi 16,5 persen pada Oktober 2011 dan turun jauh menjadi 13,7 persen pada Januari tahun ini. Terakhir menjadi 11,3 persen pada Juni 2012.

Ia menjelaskan, biasanya survei selalu dikaitkan dengan kasus yang sedang melanda kader dan partai. Karenanya, ia melihat kalau lembaga survei tak menyentuh program prorakyat pemerintah yang didukung Demokrat.

''Saya juga baru pulang dari dapil (Malang Raya). Di dapil saya jujur tidak ada masalah. Makanya itu yang akan kita tanyakan dan kita tidak boleh menafikkan keberhasilan pemerintahan Pak SBY, khususnya di dalam program kesejahteraan rakyat,'' papar anggota Komisi I DPR tersebut.

Meskipun begitu, ia menyangkal meragukan hasil poling yang dikeluarkan. Pemanggilan itu, lanjutnya, semata hanya ingin mengetahui apa yang dijadikan bahan disurvei termasuk bisa dianalisa apakah memang survei itu dikaitkan dengan persidangan M Nazaruddin dan kasus korupsi yang melibatkan kader Demokrat.

''Kita tidak mau ada pembodohan. Ini juga buat kita untuk terus intropeksi, meningkatkan kinerja. Tidak ada yang salah dengan survei itu,'' terangnya.

Nurhayati mengaku senang jika ada yang bisa memprediksi nasib Demokrat ke depan. Hanya saja, ia tetap yakin kalau yang terpenting adalah hasil di 2014. Pada saat itu, lanjutnya, bisa dibuktikan, siapa yang benar.

''Kita tidak boleh tetap diam. Insya Allah paling tidak 148 anggota dewan yang sekarang itu akan tetap menjadi anggota dewan berikutnya,'' pungkas dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA