Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Polisi Dalami Ambruknya Atap SDN 20 Pagi Cipinang

Rabu 06 Jun 2012 15:41 WIB

Rep: Ira Sasmita/ Red: Hazliansyah

Sekolah ambruk, ilustrasi

Sekolah ambruk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, aparat kepolisian tengah melakukan penyidikan terhadap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Pagi, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Atap delapan ruang sekolah tersebut ambruk pada Selasa (5/6) malam.

"Selambatnya, dua hari kedepan sudah bisa diketahui penyebab robohnya atap tersebut. Lokasi kejadian telah dipasangi police line" kata Taufik, Rabu (6/6).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta lanjutnya akan mendampingi setiap orang yang dimintai keterangan dalam proses penyidikan. Pihaknya juga memastikan sanksi hukum akan diberikan jika hasil penyidikan membuktikan robohnya atap bangunan sekolah disebabkan kesalahan perorangan atau pihak tertentu.

Atap ruangan yang roboh terdiri dari lima ruangan kelas, satu ruangan guru, satu ruang kepala sekolah, dan satu mushalla. Atap delapan ruang sekolah itu disebutkan baru selesai direnovasi menggunakan dana block grand. Yaitu dana yang diberikan pemerintah pusat melalui APBN.

Selain SDN 20 Pagi Cipinang Besar, terdapat 71 sekolah lain di Jakarta Timur, kata Taufik, turut memperoleh dana block grand. Bantuan dana tersebut senilai Rp 318 juta untuk tiap sekolah.

Kata Taufik, Disdik DKI Jakarta hanya mengawasi dan mengarahkan penggunaan bantuan dana itu. Dinas tidak mengetahui secara langsung desain dan material yang dipasang. Penentuan pihak yang dipercayakan untuk mengerjakan renovasi ditentukan oleh pihak sekolah dan jajaran komitenya.

"Dinas hanya memberikan tembusan dan pengarahan awal ketika sekolah akan diberikan dana block grand," ucapnya.

Dugaan sementara, atap sekolah ambruk disebabkan ketidakseimbangan konstruksi bangunan. Daya tahan tiang penyangga yang terbuat dari konstruksi baja ringan tidak seimbang dengan bahan genting yang berat.

Sementara itu, proses belajar mengajar murid SDN 20 dijelaskan Taufik tidak akan terhenti. Untuk sementara, aktifitas belajar dipindahkan sementara ke gedung SDN 19 Pagi yang letaknya berdekatan dengan SDN 20.

Sebelumnya diberitakan, atap bangunan sekolah Sekolah Dasar Negeri 20 Pagi, Jalan Panca Warga 4, Gang 12, RT 07/03, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk. Tak ada yang melihat jelas peristiwa tersebut. Namun, atap berbahan baja ringan dan genting tersebut ambruk pukul 00.05 WIB Selasa (5/6) dini hari tadi. Ambruknya atap itu justru terjadi ketika memasuki tahap penyelesaian.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA