Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Presiden Joachim Gauck: Islam Bukan Bagian Jerman

Jumat 01 Jun 2012 10:08 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Hafidz Muftisany

Presiden Jerman Joachim Gauck

Presiden Jerman Joachim Gauck

Foto: zeit.de

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN--Presiden Jerman terpilih Joachim Gauck mengawali kiprahnya dengan memicu perdebatan. Dalam sebuah pernyataannya, Joachim tidak setuju dengan pendapat koleganya mantan Presiden Jerman Christian Wulf yang mengatakan Islam adalah bagian dari Jerman.

"Saya menghormati posisinya waktu itu, tetapi yang benar adalah ada banyak muslim hidup di negara ini. Apa yang akan saya katakan kali ini adalah muslim hidup di Jerman," kata dia seperti dikutip dari hurriyetdailynews.com, Jum'at (1/6).

Ia pun memperingatkan bahwa menggunakan kalimat seperti milik atau bagian dari suatu wilayah atau negara yang berkaitan dengan kelompok agama maka dapat menimbulkan masalah.

Seperti diberitakan dalam pidato peringatan reunifikasi Jerman, Presiden Jerman, Christian Wulff menyerukan bangsanya untuk bekerja sama mengintegrasikan empat juta Muslim di negara itu. Ia menyatakan bahwa Islam adalah 'sekarang bagian dari Jerman'.

Ia menyebut isu itu dalam bagian utama pidatonya. Pidato Wulff kali ini berfokus pada tantangan di depan dan perlunya mengokohkan kembali bersatunya kembali Jerman.

"Kekristenan adalah satu bagian saja dari Jerman. Yudaisme adalah satu bagian saja dari Jerman. Ini adalah sejarah kita Yahudi-Kristen tapi sekarang Islam adalah juga merupakan bagian dari Jerman," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA