Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Muslim Arab Ini Jadi 'Pahlawan' Israel

Jumat 25 May 2012 09:39 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Abbas Suan Berlatih bersama temannya sesama anggota tim nasional Israel untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia

Abbas Suan Berlatih bersama temannya sesama anggota tim nasional Israel untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia

Foto: The Age

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV—Seorang pria Arab Muslim menjadi salah satu pahlawan sepak bola Israel. Dialah Abbas Suan yang jadi pahlawan Israel saat mengantarkan negara itu menahan imbang Irlandia 1-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2006 silam.

Gol Abbas dinilai media negeri Yahudi itu sebagai tonggak kebangkitan sepak bola Israel di Eropa. Terjadi pada menit 90 pertandingan, gol itu secara tidak langsung memupus ambisi Irlandia lolos ke Piala Dunia 2006. Di pihak lain gol tersebut jadi perpanjangan nafas Israel kendati akhirnya tersisih oleh Swiss.

Hingga kini figus Abbas tetap menjadi perdebatan luas di Israel. Sebagian menganggapnya sebagai pahlawan, namun sebagian masyrakat Israel lain mencapnya sebagai pengkhianat.

Tudingan itu tidak terlepas dari keengganan Abbas menyanyikan lagu kebangsaan Israel,  Hatikvah, setiap jelang laga. Menurut Abbas, dia ingin mengajak masyarakat Israel untuk mulai bersikap adil kepada dunia Arab.

Menurut dia, ada sebagian masyarakat Israel yang bersimpati pada perjuangan Palestina. “Saya juga seorang palestina. Saya memiliki banyak sudara sebangsa di sana. Tapi saya juga tinggal dan lahir di Israel. Saya ingin keduanya damai,” ujar Abbas seperti dilansir Journeyman Pitcure.

Akan tetapi tetap saja banyak pendukung sepak Bola Israel yang tetap tidak bisa menerima figur Abbas. Ia dianggap duri dalam daging. Bahkan di salah satu laga liga Israel, para pendukung Betar Jerusalem senantiasa berteriak; “Abbas Suan, kau tidak akan pernah mewakili kami. Kami benci semua masyarakat Arab,” tulis pendukung Betar dalam sebuah sepanduk seperti dikutip Time.

sumber : Time
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA