Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Serunya Mencicipi Kuliner Rahasia Keraton Yogyakarta

Ahad 13 May 2012 10:08 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Heri Ruslan

Sasana Hinggil Keraton Yogyakarta

Sasana Hinggil Keraton Yogyakarta

Foto: kaskus

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Aneka jenis kuliner pada masa Sultan Hamengkubuwono VII hingga IX banyak yang menyerupai masakan Eropa. Ini disebabkan karena pada era tersebut, raja-raja dan bangsawan Jawa banyak yang bersekolah di Eropa.

Sepulang mereka dari menuntut ilmu di luar negeri tersebut membawa pengaruh pada selera kuliner mereka. Maka para sultan pun meminta dibuatkan masakan oleh para juru masak keraton. Untuk memenuhi keinginan para sultan maka terciptalah berbagai kuliner yang diadaptasi dari makanan Eropa.

Sabtu (12/5) Malam lalu, Restoran Lara Djonggrang membawa para tamunya menikmati sajian kuliner para sultan tersebut. Tak tanggung-tanggu resep yang didapat langsung dari kitab resep kuliner Keraton Yogyakarta.

Sales Marketing Lara Djonggrang Dina Ichsani, mengatakan, restorannya mendatangi langsung Keraton Yogyakarta untuk meminta resep rahasia yang hanya boleh dimiliki keraton. Di sana mereka diperbolehkan mememinta beberapa resep masakan yang selama ini dirahasiakan dan disimpan dalam kitab kuliner keraton.

"Kami meminta beberapa resep rahasia keraton. Dan di sini chef ahli kami meramunya untuk disajikan pada para pecinta kuliner nusantara," kata Dina saat menjamu para tamu dalam acara Indonesia's Cultural Dining Series di Restoran Lara Djonggrang, Sabtu (12/5).

Dina menambahkan, Indonesia's Cultural Dining Series ke 10 ini sengaja mengangkat tema kuliner keraton. Sebab menurutnya Jawa merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Maka kali ini Lara Djonggrang mencoba mengahadirkan pengalaman baru berkuliner.

Tamu yang hadir disuguhkan rangkaian jamuan makan malam layaknya Sultan Hamengkubuwono. Mereka ditawarkan dan disajikan berbagai menu masakan kegemaran sultan. Mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup. Uniknya menu-menu yang disajikan di sini sangat jarang tersaji dimana pun.

Dina mengatakan, Lara Djanggrang sengaja memilih menu-menu yang jarang dan bahkan tak umum di banyak tempat makan di Jakarta. Hal ini untuk membawa penikmat kuliner pada pengetahuan baru mengenai masakan Jawa.

Diantara menu-menu yang disajikan Malam itu adalah mulai dari hidangan pembuka seperti pastel krukup, kapitaru, pecel buah dan salad jawa. Kemudian makanan berat seperti urip-urip gulung, biefstuk djawa, bebek suwar suwir. Hingga hidangan penutup seperti perawan kenes dan pambrid.

Tak hanya menikmati masakan favorit raja. Tetamu yang datang malam itu juga dapat sambil menikmati tarian khas Jawa. Seperti biasa, tarian yang disajikan pun terbilang unik dan sangat jarang. Yakni pementasan tari Topeng Kelono Gagah. Tarian yang dibawakan oleh penari khusus asal Yogyakarta tersebut menceritakan mengenai kisah Raden Panji yang ingin mencari kekasihnya Chandra Kirana.

Dina mangatakan, setiap tahun Lara Djanggrang rutin mengadakan Indonesia's Cultural Dining Series ini. Dengan maksud mengenalkan kuliner nusantara ke kelas yang lebih tinggi. " Ini yang ke 10, tahun-tahun sebelumnya kuliner berbagai daerah telah kita suguhkan. Seperti Blitar, Cirebon, Bali, dan lainnya," Kata dia.

Namun Dina sempat menyayangkan, sebab setiap kali acara ini diselenggarakan animo selalu lebih banyak dari wisatawan asing. Bahkan diantara tamu mereka menurutnya adalah atase dari berbagai kedutaan besar. Dina berharap ke depannya tak hanya warga asing yang mengapresiasi masakan khas nusantara, tapi juga warga Indonesia sendiri.

Untuk menikmati serangkaian jamuan makan di Indonesia's Cultural Dining Series Keraton Yogya Malam tadi, tetamu cukup merogoh kocek Rp 300 ribu ++. Setelahnya anda akan dijamu bak tamu keraton, dengan suguhan hidangan favorit sultan. Buat yang belum sempat mencicipi pengalaman tersebut, tak perlu khawatir. Tahun Depan Lara Djanggrang akan mengadakan acara serupa. Tapi tentunya dengan tema kuliner dari wilayah lain di Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA