Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Tertutup Tanah Longsor

Rabu 18 Apr 2012 04:08 WIB

Red: Endah Hapsari

Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB

Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB

Foto: wordpress

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM---Sebagian jalur pendakian Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, tertutup tanah longsor sehingga para pengunjung belum bisa mencapai Danau Segara Anak, dan puncak gunung. "Jalur pendakian sudah dibuka sejak 1 April, namun tidak bisa mencapai Danau Segara Anak, apalagi puncaknya, karena jalurnya tertutup tanah longsor," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Agus Budiono.

Seperti biasa jalur resmi pendakian ke Gunung Rinjani dibuka untuk umum setiap tahun pada April hingga Desember.
Pendakian Gunung Rinjani pun telah masuk dalam kalender pariwisata nasional. Pemprov NTB memasukkan kegiatan pendakian Gunung Rinjani atau 'Rinjani Race' dalam agenda pariwisata tahunan sejak 2008 untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara satu juta orang di akhir 2012.
Agus mengatakan, sejumlah wisatawan mancanegara sudah mencoba mendaki Gunung Rinjani itu sejak dibuka 1 April lalu, namun hanya sampai di Pos III. Dari posisi itu masih harus mendaki untuk mencapai puncak, dan menurun ke kawasan Danau Segara Anak.

Namun, jalur menuju Danau Segara Anak dan puncak gunung tertutupi tanah longsor, saat musim hujan Januari hingga Maret lalu, sehingga berbahaya jika dipaksakan. "Pegangan di tebing menuju Danau Segara Anak terlepas akibat tanah longsor beberapa hari lalu. Pengunjung pun takut melewati longsoran itu," ujarnya.
Dengan demikian, pengunjung TNGR belum bisa melakukan pendakian hingga puncak atau mencapai Danau Segara Anak, hingga longsoran itu dibenahi. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama membenahi tanah longsor itu, agar pendakian Gunung Rinjani yang diminati banyak wisatawan mancanegara dapat kembali normal," ujarnya.

TNGR merupakan kawasan wisata andalan NTB yang telah dikenali dunia internasional karena pada 2004 menerima penghargaan dunia yakni 'World Legacy Award' dari National Geographic sebagai daerah wisata yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata.
Pada 2008 pun TNGR termasuk tiga finalis 'Tourist for Tourism Award' untuk kategori 'Destination Award' yang diselenggerakan oleh World Tourist and Tourism Council (WTC) yang bermarkas di London, Inggris.
Dua finalis lainnya merupakan obyek wisata di Amerika Serikat dan Kanada yang mampu menyaingi 147 obyek wisata lainnya dari 40 negara di bidang pengelolaan kepariwisataan yang tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat setempat.

Kawasan TNGR di Kabupaten Lombok Barat seluas 12.360 hektare meliputi dua kecamatan dengan 15 desa, Lombok Tengah seluas 6.824 hektare yang mencakup dua kecamatan tersebar pada lima desa dan Kabupaten Lombok Timur pada tujuh kecamatan yang tersebar pada 17 desa dengan luas kawasan 22.146 hektare.
Salah satu pesona unggulan TNGR adalah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter dari permukaan laut. Danau Segara Anak yang berada di sebagian Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut.
Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dapat melalui dua jalur resmi yakni jalur pendakian Senaru dengan waktu tempuh 7-10 jam berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih delapan kilometer, dan jalur Sembalun dengan waktu tempuh relatif sama yakni 8-10 jam.
Pengunjung yang sudah berada di Danau Segara Anak masih membutuhkan waktu 4-5 jam untuk menggapai puncak Gunung Rinjani melalui jalur pendakian yang ditetapkan, namun melewati kawasan hutan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA