Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Pasca Bentrok, Bekasi Dijaga 300 Aparat Plus Dua SSK

Rabu 21 Mar 2012 11:19 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Hafidz Muftisany

mobil dibakar dalam bentrok Bekasi

mobil dibakar dalam bentrok Bekasi

Foto: seruu.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Bentrok antara Kelompok Pemuda Kei dengan Warga Kota Bekasi terjadi pada Selasa (20/3) lalu yang mengakibatkan dua orang tewas, Joni David Situmorang dan Laode Amsir. Saat ini di tempat kejadian perkara (TKP) dijaga sebanyak 300 orang dari Polres Bekasi dan dua SSK (Satuan Setingkat Kompi) dari Polda Metro Jaya.

"Saat ini TKP sudah dijaga 300 personel dari Polres Bekasi dan dua SSK dari Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto yang ditemui dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3).

Rikwanto menambahkan penjagaan di sekitar TKP untuk menenangkan massa dan menghindari adanya provokasi sehingga akan ada aksi penyerangan susulan. Polisi juga telah mengamankan empat orang untuk diperiksa sebagai saksi yang terdiri dari dua orang dari kelompok Kei dan dua orang dari warga.

Menurutnya, empat saksi tersebut diserahkan warga usai penandatanganan surat perdamaian antara warga dan kelompok Kei. Dalam surat tersebut tercantum bila kedua pihak akan menyerahkan orang-orang yang terindikasi melanggar hukum.

"Apakah keempatnya menjadi tersangka masih didalami penyidik. Sekarang sedang diperiksa intensif," ujarnya.

Dua korban tersebut merupakan warga yang tidak terkait dalam bentrokan yang terjadi Selasa (20/3) malam. Salah satu orang tewas adalah seorang pengendara motor yang tengah melintas dan satu orang lagi merupakan pengendara mobil yang juga kebetulan melintas di kawasan tersebut.

"Karena korban berkulit gelap, kelompok lawan mengira korban adalah kelompok John Kei," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA