Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Diprotes, Petinju Putri tidak Wajib Pakai Rok

Jumat 02 Mar 2012 23:33 WIB

Red: Endah Hapsari

Perempuan petinju

Perempuan petinju

Foto: ennaharonline.com

REPUBLIKA.CO.ID, LAUSANNE---Petinju-petinju putri tidak akan dipaksa untuk mengenakan rok, ketika olahraga tersebut memulai debutnya di Olimpiade di London pada tahun ini.

Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) menghadapi kritik keras dari para petinju putri, mengenai proposal yang mewajibkan mereka mengenakan rok, untuk membedakan mereka dari petinju-petinju putra.

Namun terdapat perubahan pada peraturan kompetisi dan teknis, yang dicantumkan pada situs mereka bahwa organisasi tersebut mengatakan bahwa petinju putri dapat mengenakan celana pendek atau rok, tergantung keinginan sang petinju.

"Untuk semua ajang yang disetujui AIBA, petinju-petinju putri harus mengenakan rompi berwarna biru atau merah dan dapat memilih mau mengenakan celana pendek atau rok yang sesuai dengan sang petinju, tergantung alokasi sudut masing-masing, yang akan menjadi tanggung jawab mereka sendiri," demikian disebutkan pedoman yang baru.

"Garis pinggang dari masing-masing celana pendek atau rok harus dengan jelas berwarna kontras dan menggunakan ikat pinggang elastis sebesar 6-10 cm (garis pinggang merupakan garis imajinatif dari pusar sampai di atas panggul)," tambahnya.

Perubahan tersebut, yang mulai berlaku pada akhir bulan ini, mengikuti beberapa rekomendasi dari beberapa federasi tinju nasional dan kubu petinju sendiri, kata presiden AIBA, Wu Ching-Kuo, yang menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah merencanakan kewajiban mengenakan rok. "Komisi teknik dan peraturan kami telah melakukan beberapa diskusi. Beberapa wanita ingin mengenakan celana pendek, dan beberapa yang lain ingin mengenakan rok. Maka, keputusan yang kami ambil adalah opsional," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA