Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Kalsel Ngotot Rebut Lari-lariang, Sulbar Tetap Bertahan

Jumat 24 Feb 2012 09:16 WIB

Red: Dewi Mardiani

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pulau Lari-lariang yang ada di perbatasan provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) tengah diperebutkan. Pulau itu masuk dalam wilayah Kabupaten Majene, Sulbar, sesuai dengan keputusan Menteri Dalam Negeri. Sementara, Kalsel ngotot mengakuinya masuk ke wilayahnya. Untuk itu, Sulbar akan segera menemui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar untuk membahasnya.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Jumat (24/2), mengatakan, Pemerintah di Sulbar akan membentuk tim terpadu guna menyelesaikan masalah tapal batas daerahnya dengan Provinsi Kalsel. "Kalsel masih berjuang untuk memasukkan pulau Lari-Lariang dalam wilayahnya, sehingga pemerintah di Sulbar akan membicarakannya dengan pemerintah di Kalsel mengenai masalah itu."

Kalsel tetap mengeklaim bahwa pulau itu adalah wilayahnya. Sehingga, katanya, pemerintah di Sulbar juga berupaya untuk mempertahankannya wilayahnya. Ia mengatakan, sejak zaman Belanda, Lari-Lariang sudah masuk dalam wilayah Sulbar, karena daerah itu masuk dalam afdeling Mandar yang kini berubah menjadi Provinsi Sulbar.

"Di zaman Belanda pulau Lari-Lariang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Majene, telah digunakan nelayan dari Sulbar untuk menjemur ikan membuktikan bahwa wilayah itu adalah wilayah Sulbar," katanya. Payung hukum lainnya yang memperkuat hal ini adalah undang undang Nomor 26 tahun 2004 tentang pembentukan Provinsi Sulbar. Karena itu, Anwar pun meminta pemerintah Provinsi Kalsel menghentikan niatnya merebut pulau Lari-Lariang.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA