Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Subhanallah, Anak Kepala Suku Asmat Hafiz Quran

Ahad 19 Feb 2012 12:24 WIB

Red: Heri Ruslan

Istri Kepala Suku Asmat Papua, Aisya Khaerunnisa Atem (kiri), membaca dua kalimat Syahadat bersama sang suami, Umar Abdul Kayimter (tiga kiri), dan purtanya, Muhammad Hatta (tengah) di Masjid Darussalam, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19/2).

Istri Kepala Suku Asmat Papua, Aisya Khaerunnisa Atem (kiri), membaca dua kalimat Syahadat bersama sang suami, Umar Abdul Kayimter (tiga kiri), dan purtanya, Muhammad Hatta (tengah) di Masjid Darussalam, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19/2).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Pengiat dakwah Papua, Fadlan Garamatan begitu bahagia saat syiar Islam pada suku Asmat melahirkan satu Muslim yang nantinya akan memainkan peranan penting bagi kemajuan Islam di Papua.

“Alhamdulillah, hari ini kita meyaksikan sebuah kemajuan dimana dalam, bayangan saya akan datang Muslim baru berjumlah ribuan yang berasal dari suku Asmat,” kata dia selepas membimbing keluarga Umar Abdullah Kayimter mengucapkan Syahadat di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Ahad (19/2).

Ustad Fadlan mengatakan sudah lama Umar berkeinginan memeluk Islam.  Apalagi setelah anaknya, Muhammad Hatta memutuskan memeluk Islam beberapa tahun lalu. Kini, anaknya telah menjadi Hafiz Alquran.

Dari situlah, Umar melihat adanya perubahan ketika seseorang masuk Islam. “Dalam kepercayaan sebelumnya, ia tidak ada perubahan. Namun saat Islam masuk, ada semacam perubahan seperti banyak generasi muda suku Asmat belajar di luar daerahnya,” kata Fadhlan.

Karena itu, Fadhlan optimis syiar Islam di Indonesia Timur, tepatnya Papua akan terus berkembang. Ia percaya Papua akan menjadi pusat perkembangan Islam di Indonesia Timur.

“Kami memang tidak mudah dalam menjalankan aktivitas dakwah. Ada penolakan itu wajar. Sebagai pendakwah halangan dan rintangan apapun harus dihadapi dengan catatan dakwah harus digeliatkan dengan baik-baik. Insya Allah hasilnya akan baik pula,” kata dia.

Ke depan, kata Fadhlan, warga Suku Asmat sendiri yang akan memainkan peranan penting dalam syiar Islam. Sekarang, sebanyak 20 pemuda dengan belajar Alquran di Demak dan Yogyakarta. Setelah selesai, mereka akan berbagi tugas untuk melanjutkan dakwah yang sudah dijalankan selama ini.

“Tantangan selalu ada. Tidak perlu takut, Allah SWT bersama kita yang memiliki niatan mulia. Tugas kita masih panjang,” pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA