Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Cerai di Medan Didominasi Gugatan Istri

Sabtu 18 Feb 2012 00:30 WIB

Red: Hafidz Muftisany

Cerai (ilustrasi)

Cerai (ilustrasi)

Foto: www.mediaislamnet.com

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Negeri Agama di Medan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya dan kaum istri saat ini lebih banyak menuntut perceraian dibandingkan suami.

"Perkara yang ditangani Pengadilan Negeri Agama tiap tahunnya terus mengalami kenaikan, tidak pernah mengalami penurunan.Ini menunjukkan ada permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat," kata Ketua Pengadilan Negeri Agama Medan Haji Noer Hudlrien saat bertemu Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Jumat (17/2).

Dia menjelaskan, untuk 2011, kasus perceraian yang terjadi mencapai 1.900 kasus.Tahun 2012 diperkirakan akan mengalami peningkatan karena sampai pertengahan Februari 2012, kasus perceraian yang tengah ditangani sudah mencapai 321 kasus.

Kasus tersebut, lanjutnya, tidak hanya perceraian saja, tetapi juga masalah warisan, harta bersama, hak asuh anak dan nafkah anak.

Menurut dia, dari perkara yang masuk, justru ada kecendrungan istri yang mengajukan perceraian dengan presentase 60 : 40. Noer mengatakan, banyaknya kaum istri mengajukan gugatan cerai mungkin disebabkan karena sudah mengetahui hak-haknya sebagai istri atau sekarang banyak suami yang tidak bertanggung jawab dengan keluarga. Untuk itu, persoalan ini harus segera disikapi sehingga persoalan perceraian ini dapat diminimalisir.

"Permasalahan ini tentunya harus dipecahkan bersama karena Pengadilan Agama sifatnya pasif, artinya hanya menerima perkara saja. Untuk tindakan preventifnya merupakan tugas bersama dari semua jajaran terkait dan keseluruhan masyarakat punya tanggung jawab yang sama," katanya.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA