Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Jasad Mahasiswi ITB Ditemukan di Dasar Sungai

Rabu 08 Feb 2012 21:56 WIB

Red: Taufik Rachman

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Jasad mahasiswi ITB Jurusan Teknik Kelautan Angelina Yovanka (19) yang hilang saat mengikuti arum jeram di Sungai Cikandang, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (5/2), ditemukan di dasar sungai.

"Ya korban mahasiswi ITB itu sudah ditemukan oleh petugas gabungan,  jam 18.00 WIB," kata Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Arm Edy Yusnandar, kepada wartawan, Rabu malam.

Jasad saat ditemukan petugas berada dalam dasar sungai kedalaman sekitar sembilan meter tidak jauh dari lokasi jatuhnya korban dari perahu karet hingga akhirnya tenggalam di kawasan Leuwi Peer, Kampung Cibihbul, Desa Tanjungjaya.

Kondisi fisik korban saat ditemukan, kata Edy, masih dalam keadaan utuh, meskipun tampak sudah membengkak disekujur tubuhnya.

Jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan dan masyarakat ke daratan pinggiran sungai yang rencananya akan dibawa langsung ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut.

"Kondisi fisik korban masih utuh, tidak ada luka-luka, hanya mengembung karena terlalu lama didalam air. Sekarang langsung di evakuasi ke rumah sakit," kata Edy.

Selanjutnya masalah penanganan jasad korban, kata Edy, tim SAR gabungan menyerahkannya kepada pihak keluarga dan institusi perguruan tinggi korban.

Proses pencarian korban tersebut melibatkan tim penyelam dari Marinir TNI Angkatan Laut, Tim SAR, Polisi, TNI Kodim Garut yang sudah terjun ke lapangan sejak dilaporkan mahasiswi hilang di sungai, Minggu, 5 Februari 2012.

Peristiwa menimpa mahasiswi warga Jakarta itu dikabarkan hilang ketika berolah raga air Arum Jeram bersama lima temannya satu kampus.

Korban hilang setelah perahu karet yang tumpangi beserta lima temannya menabrak batu, kemudian miring dan terbalik dan seluruh penumpangnya loncat ke sungai.

Beberapa saat kemudian, lima orang teman korban muncul kembali ke permukaan air sungai, sementara korban hilang tidak diketahui keberadaannya.

Korban terjepit di dasar sungai dengan kedalaman sekitar sembilan meter yang terdapat banyak bebatuan sehingga korban tidak muncul kembali ke permukaan air sungai.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA