Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Manuver Orientalis Pasca-Renaisans

Sabtu 21 Jan 2012 11:49 WIB

Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID,  Ketika dunia Barat memasuki Era Pencerahan, permusuhan antara Kristen dan Islam dalam bentuk tulisan-tulisan negatif akhirnya mulai mereda. Pada zaman itu, ada sebuah keinginan dari para ilmuwan dan pemikir di Barat untuk mencari kebenaran.

‘’Pada masa ini, kekuatan rasio mulai meningkat, sehingga tulisan-tulisan mulai mengedepankan objektivitas, bukan hanya mengada-ngada,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Pada zaman itu, tulisan-tulisan tentang Islam yang ditulis para pemikir seperti Voltaire (1684-1778) dan Thomas Carlyle (1684-1778) mulai bersifat positif.

Meski begitu tetap saja ada tulisan yang menjelek-jelekan agama Islam. Namun, di antara karya yang memburuk-burukan Islam itu, ada pula karya yang mulai menghargai sosok Nabi Muhammad SAW dan Alquran serta ajaran-ajarannya. Mereka mulai mengadakan studi tentang Islam yang sebenarnya.

Tak lama kemudian, dunia mengalami Masa Kolonialisme. Orang-orang Barat mulai menjelajah dunia Islam di Timur. Pada walnya, mereka datang untuk berdagang. Namun, pada akhirnya berubah menjadi penjajahan. Untuk menundukkan bangsa-bangsa di Timur, negara-negara Barat mengirimkan para orientalis mereka untuk mengetahui seluk-beluk tentang negara yang mereka incar.

Para orientalis itu juga menulis dan memberi gambaran tentang Islam di dunia Timur. Para orientalis itu mulai menulis secara lebih objektif, karena  data mereka sangat diperlukan untuk kepentingan kolonialisme dan kristenisasi. Indonesia, merupakan salah satu negara yang dibidik oleh para orientalis.

Menurut Ensiklopedi Islam, tulisan tentang agama dan adat istiadat Indonesia, muncul lewat tulisan yang dihasilkan sejumlah orientalis seperti Marsden, Raffles, Wilken, Keyser, Snouck Hurgronje, Vollenhoven, dan sebagainya. Bahkan, Napoleon I, saat mengadakan ekspedisi ke Mesir pada 1798, membawa sejumlah orientalis untuk mepelajari adat-istiadat, ekonomi, dan pertanian Mesir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA