Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Hati-Hati, Stroke Juga Bisa Serang Orang Muda

Rabu 18 Jan 2012 21:15 WIB

Red: Dewi Mardiani

Stroke

Stroke

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan stroke semula diyakini hanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, tetapi belakangan ini juga bisa terjadi pada orang berusia muda. Dokter ahli jantung Dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dr Robinson Harahap menjelaskan,kemarin, di dunia kedokteran, stroke atau serangan jantung bisa terjadi disebabkan oleh menyempitnya pembuluh darah dan hal ini bisa terjadi pada manusia di segala usia, walau pun jauh lebih banyak pada usia lanjut.

Robinson mengatakan, jika yang tersumbat pembuluh darah ke otak, maka itulah yang disebut stroke. Sementara, jika yang tersumbat adalah pembuluh darah ke jantung, maka kondisi itu disebut serangan jantung. Tetapi Keduanya bisa mengakibatkan kematian secara mendadak.

Dalam kasus serangan stroke secara mendadak, jika pembuluh darah di sekitar otak sudah pecah, maka itu berakibat fatal bagi korban. Tanda-tandanya adalah nafas seperti mengorok dan mulut berbusa.

Dalam keadaan stres, maka seseorang mudah terkena stroke atau serangan jantung, terutama jika ada penyumbatan pada pembuluh darah yang mengalir baik ke jantung maupun ke otak, katanya. Karena pada saat stres, menurut dokter Robinson Harahap, otak memerlukan banyak oksigen sehingga memaksa jantung bekerja lebih cepat untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke otak.

Situasi itu berbahaya, terutama ketika darah tidak bisa mengalir dengan baik akibat adanya penyempitan pembuluh darah. Hal itulah, lanjut Robinson, yang membuat pembuluh darah pecah, karena tidak bisa menahan tingginya tekanan darah. "Selain stres, maka stroke atau serangan jantung juga biasanya terjadi pada orang yang kurang berolahraga, merokok, diabetes, obesitas (kelebihan berat badan), dan berusia di atas 40 tahun," ujar Robinson.

Namun saat ini, usia muda bukan jaminan stroke dan serangan jantung tidak bisa terjadi. Sebab, katanya, telah terjadi banyak perubahan, baik gaya hidup maupun kondisi lingkungan. Gaya hidup masyarakat yang gemar menyantap makanan cepat saji, termasuk menjadi faktor seseorang terkena stroke atau serangan jantung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA