Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

23 hingga 26 Desember, Tiket KA Habis

Rabu 21 Dec 2011 14:21 WIB

Red: Johar Arif

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pada musim liburan akhir tahun, moda transportasi darat Kereta Api, diserbu masyarakat yang hendak berlibur. Kepala Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, menyebutkan sejak tanggal 23 hingga 26 Desember 2011, seluruh tiket KA baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif, sudah habis dibeli calon penumpang.

''Tiket KA yang sudah habis dijual ini, tidak hanya uintuk KA penumpang dari Jakarta ke daerah saja. Tapi tiket KA dari stasiun-stasiun wilayah Daop V, seperti dari Purwokerto, Kebumen, dan Kutoarjo yang menuju Jakarta, juga sudah habis terjual,'' katanya, Rabu (21/12).

Selain tiket KA yang tanggal 23 hingga 26 Desember, tiket untuk tanggal 30 dan 31 Desember 2011, juga tinggal sedikit. ''Kemungkinan dalam waktu 1-2 hari ini, tiket untuk tanggal tersebut juga akan habis terjual,'' tambahnya.

Sementara untuk harga tiket selama musim liburan akhir tahun mulai tanggal 21 Desember 2011 hingga 4 Januari 2012 , diterapkan harga tiket untuk batas atas. Misalnya untuk KA kelas ekonomi AC yang hari biasa dijual seharga Rp120 ribu naik menjadi Rp150 ribu. Demikian juga dengan tiket Ka kelas bisnis yang hari biasa dijual  Rp120 ribu, naik menjadi Rp150 ribu. Sedangkan tiket KA kelas eksekutif naik dari Rp175 ribu menjadi Rp 250 ribu. ''Harga tiket tersebut berlaku untuk kereta penumpang yang dikelola PT KAI Daop V tujuan Jakarta dan sebaliknya,'' jelasnya.

Sementara terkait dengan kesiapan PT KAI mengantisipasi lonjakan penumpang selama liburan akhir tahun, Surono menyebutkan, pihaknya akan melakukan penambahan gerbong penumpang di seluruh rangkaian KA. Seperti untuk KA jurusan Jakarta melalui Cirebon, dioptimalnya menarik 10 gerbong penumpang. Sedangkan KA jurusan Kroya-Bandung, dioptimalnya menarik 7 gerbong penumpang.

Untuk kenyamanan penumpang KA selama liburan akhir tahun, PT KA tetap akan memberlakukan jumlah penumpang sesuai kapasitas tempat duduk. Dengan demikian, tidak akan penumpang yang berdiri, baik untuk kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA