Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Qaddafi Minta Bantuan Internasional Bagi Kampung Halamannya

Kamis 15 Sep 2011 06:36 WIB

Red: Krisman Purwoko

Qaddafi

Qaddafi

REPUBLIKA.CO.ID,NIKOSIA--Muammar Qaddafi meminta masyarakat internasional membantu kampung halamannya, Sirte, yang dikepung oleh pasukan yang setia pada pemerintah baru Libya, dalam sebuah pesan yang disiarkan televisi, Rabu. "Jika Sirte dikucilkan, dunia harus berbicara menentang kekejaman ini," kata pemimpin terguling Libya itu, dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Arrai Oruba yang berkantor di Suriah.

"Adalah tugas dunia untuk tidak meninggalkan (Sirte) sendirian, dan setiap orang harus memikul tanggung jawab internasional dan segera datang menghentikan kekejaman ini," katanya. "Terorisme dan kehancuran yang dilakukan NATO di kawasan Sirte tidak bisa digambarkan," tambahnya.

Televisi Arrai merupakan satu-satunya media yang masih melakukan kontak dengan Qaddafi, yang melarikan diri sejak pasukan yang menentangnya menguasai Tripoli, ibu kota Libya, pada 23 Agustus. Di Sirte, Rabu, penduduk sipil yang berhasil meninggalkan kota pesisir tengah itu berbicara mengenai penderitaan meningkat yang dialami warga di wilayah kantung yang dipertahankan pasukan pro-Qaddafi itu.

Gerilyawan yang setia pada Dewan Transisi Nasional (NTC), sayap politik dari pemberontak yang mendongkel Qaddafi, mengatakan, pasukan pro-Gaddafi telah membentuk rantai tank berbentuk bulan sabit di sekitar Sirte untuk mencegah penduduk sipil pergi dan menangkal serangan ke kota itu.

Menurut mereka, propaganda Gaddafi itu bertujuan membujuk penduduk Sirte meyakini bahwa pasukan pemerintah baru semuanya muslim garis keras dan ekstrimis. Keberadaan Qaddafi hingga kini tidak diketahui secara jelas. Dari tempat persembunyiannya, ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Qaddafi. NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel pemimpin Libya Muammar Qaddafi.

Negara-negara besar yang dipelopori AS, Prancis dan Inggris membantu mengucilkan Qaddafi dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan. Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rezim Qaddafi telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.

Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain Cina, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS. Qaddafi (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Qaddafi bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.

sumber : antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA