Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Warga Pamekasan Berebut Air Bocoran Pipa PDAM

Jumat 09 Sep 2011 16:33 WIB

Red: Didi Purwadi

Kekeringan

Kekeringan

Foto: cbc.ca

REPUBLIKA.CO.ID,PAMEKASAN - Warga Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat, berebut air pada bocoran pipa PDAM di wilayah itu. Mereka berebut air untuk dikonsumsi akibat sulitnya mendapatkan air bersih pada musim kemarau saat ini.

Mereka tampak berdesak-desakan sambil membawa timba dan bak mandi untuk mendapatkan air. Umumnya merupakan ibu-ibu di desa itu yang tidak teraliri air PDAM.

Menurut warga setempat Moh Ghozi, kelangkaan air bersih di desanya sudah terjadi sejak awal kemarau ini. Warga terpaksa berebut bocoran air PDAM karena hampir semua sumber air sumur di desa itu kering.

"Sumber air sumur yang ada di desa ini sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air bersih warga," katanya menjelaskan.

Oleh karena itu, sambung dia, warga yang tidak mampu menyambung air ke PDAM terpaksa harus berebut air bocoran PDAM untuk kebutuhan konsumsi. "Biasanya pada pagi dan sore hari terjadi antrean seperti ini. Saat itu air PDAM mengalir," kata Ghozi menjelaskan.

Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan merupakan satu dari 33 desa di Kabupaten Pamekasan yang rawan terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih saat kemarau tiba. Desa lain di wilayah kecamatan yang sama dan juga rawan kekeringan adalah Desa Tlesak, Larangan Tokol, Bukek, Desa Gugul dan sebagian Desa Branta.
Di Desa Gugul, warga terpaksa menempuh jarak sekitar sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari ini.

Sementara warga di sepanjang pesisir pantai di Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, terpaksa mandi dengan air laut untuk menyiasati kebutuhan air. Itu mengingat ketersediaan air bersih di desa itu juga sangat terbatas.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA