Antisipasi Puncak Arus Balik, Polres Bogor Terjunkan 40 Personil Tambahan

Rep: C24/ Red: taufik rachman

 Sabtu 03 Sep 2011 17:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Arus lalu lintas dari arah Puncak menuju Ciawi maupun sebaliknya terpantau padat merayap. Kecepatan rata-rata kendaraan berkisar antara 10 sampai 20 kilometer per jam. Arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Kebanyakan pengendara adalah para wisatawan di kawasan puncak yang bercampur dengan pengendara arus balik.

Keluar masuk kendaraan dari obyek-obyek wisata di kawasan puncak membuat laju kendaraan tersendat. Penyendatan lain juga masih berada di titik-titik keramaian seperti Pasar Cisarua dan rumah-rumah makan yang ada di sepanjang Jalan Raya Puncak, mulai dari Cisarua hingga ke Cipayung.

Di Pasar Cisarua sendiri penyedatan laju kendaraan disebabkan banyaknya orang yang lalu lalang maupun menyeberang di sepanjang pasar. Sedangkan untuk rumah-rumah makan yang berada di sepanjang jalan Raya Puncak disebabkan kendaraan roda empat yang keluar masuk.

Berdasarkan catatan di Pos Pengamanan Ketupat Lodaya 2011, Cisarua, dari pukul 6.00 pagi hingga pukul 15.00 sore ini, total kendaraan yang melintas di Jalan Raya Puncak menuju Cianjur sebanyak 16153 kendaraan bermotor. Sedangkan untuk mobil sebanyak 8507 unit. Sementara itu, untuk kendaraan bermotor yang menuju ke arah Bogor berjumlah 14151 unit, sedangkan untuk kendaraan roda empat berkisar 3651 unit.

Sementara itu, guna mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan akan terjadi nanti malam dan besok, jajaran kepolisian dari Polres Bogor Kabupaten menerjukan personil tambahan sebanyak 40 orang dari satuan SabHara. Hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Bogor Kabupaten, AKP Zaenal Arif. “Penyebarannya di sekitar enam titik mulai dari Warung Kaleng sampai ke daerah Gadok,” ujarnya saat dihubungi Republika tadi siang.

Zaenal menambahkan, para pengendara yang akan melintas di sepanjang Jalan Raya Puncak dimohon bersabar, apabila terkena penahanan sistem satu arah. Zaenal menjelaskan pemberlakuan sistem satu arah bersifat situasional. “Pemberlakuan satu arah tidak bisa diperediksi. Masyarakat mohon bersabar.” Zaenal menghimbau para pengendara untuk berhati-hati. Karena arus lalu lintas diperkirakan akan oleh kendaraan bermotor. Zaenal memperkirakan puncak arus balik akan terjadi nanti malam dan minggu besok.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X