Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

 

Parsel, Tetap Bertahan Sebagai Tradisi Ramadhan

Senin 15 Agu 2011 12:38 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

parsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Aturan yang melarang penerimaan parsel tidak berpengaruh terhadap bisnis ini. Sebaliknya, bisnis ini tetap tumbuh dan menjadi primadona saat Ramadhan tiba.

Tengok saja, sentra parsel yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada bulan Ramadhan, di lokasi ini, bermunculan pedagang parsel. Umumnya, parsel yang ditawarkan berisikan barang-barang makanan dan minuman, atau peralatan rumah tangga yang bersifat barang pecah belah seperti cangkir, teko dan lainnya.

Mereka sengaja memilih item yang disebutkan tadi dengan alasan tidak perlu modal besar. Untuk satu parsel saja, minimal modal yang dibutuhkan mencapai Rp. 200.000 rupiah.
 
Mereka tidak berani bertaruh dengan membuat parsel yang mengikuti selera para pejabat yang doyan memberikan parsel mewah. Bagi mereka, parsel seperti layaknya pemberian sewajarnya tidak berlebih-lebihan. Namun, ada nilai kepantasan yang dijaga, yakni tradisi memberi guna memperkuat tali silaturahmi.


Photo by Google


  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA