Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

PM Palestina: Atas Izin Allah Perpecahan tidak Boleh Terjadi Lagi

Selasa 05 Jul 2011 18:31 WIB

Red: Krisman Purwoko

Ismail Haniyah

Ismail Haniyah

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA--PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa perpecahan mulai mereda meskipun kemajuan roda rekonsiliasi nasional Palestina berjalan lambat. Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam pidato wisuda mahasiswa di Universitas Islam Gaza, Senin (4/7) malam.

Haniyah mengatakan, “Roda rekonsiliasi nasional Palestina bergerak lambat dikarenakan sejumlah sebab. Namun kita bisa mengatakan bahwa sesungguhnya kita telah berhasil menerobos tembok perpecahan dan bisa mengatakan bahwa kita telah menainggalkan perpecahan di belakang kita, perpecahan tidak boleh kembali lagi, dengan izin Allah.”

Haniyah menambahkan, “Kami telah berangkat untuk melakukan kesepakatan rekonsiliasi demi persoalan Palestina, al Quds, para pengungsi Palestina dan para tawanan. Kami menghadapi tantangan dan bahaya yang mengancam tempat-tempat suci dan rakyat Palestina.”

Haniyah menegaskan perlunya pembebasan para tawanan dari penjara zionis Israel. Dia mengingatkan bahwa para tawanan sedang melakukan aksi mogok makan terbuka demi menghancurkan tekad para sipir penjara dan demi hidup mereka yang terhormat. 

Haniyah menegaskan, “Kami, dengan segala sarana, akan bekerja untuk pembebsan mereka dan menghancurkan belenggu mereka, serta mengembalikan mereka kepada keluarga dan kerabatnya.”

Dalam kesempatan tersebut Haniyah menyampaikan penghormatan kepada para relawan Armada Kebebasan 2 yang bertekad untuk menghancurkan blokade Gaza. Dia meminta Yunani “tidak terlibat dalam agenda politik dalam memblokade Gaza, karena secara historis Yunani dan rakyat Yunani berdiri dalam barisan rakyat Palestina.”

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA