Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Sembelit Parah Indikasi Gangguan Jantung?

Kamis 23 Jun 2011 21:03 WIB

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perempuan lanjut usia perlu waspada jika mengalami konstipasi atau sembelit yang parah karena bisa jadi kondisi tersebut merupakan salah satu tanda jantung bermasalah.

Seseorang dikategorikan mengalami sembelit jika buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu dengan buangan yang keras dan kering. Sembelit parah terjadi jika buang air besar kurang dari satu kali per minggu.

Sejumlah peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa perempuan lanjut usia yang mengalami sembelit dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit jantung dibanding mereka yang lebih rutin buang air besar.

Menurut mereka, sembelit kronis bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung seperti diet rendah serat, kurang olahraga dan memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
Penemuan itu diperoleh setelah para peneliti tersebut mengamati 73 ribu wanita pascamenopause selama enam hingga 10 tahun.

Para wanita itu diminta melaporkan kondisi kesehatan dan gaya hidup mereka, termasuk apakah mereka mengalami sembelit selama sebulan terakhir.

Sebanyak 35 persen dari perempuan itu mengalami sembelit. Dan selama beberapa tahun berikutnya, dibanding perempuan lain, mereka lebih mungkin mengalami sumbatan arteri, serangan jantung atau stroke, atau meninggal akibat penyakit jantung.

Di antara perempuan yang mengalami sembelit parah, hanya kurang dari dua persen yang mengalami kejadian kardiovaskuler setiap tahun pengamatan. Sedangkan untuk perempuan yang buang air besar secara rutin, angka itu hanya di bawah satu persen.

Namun kaitan itu tidak terlihat begitu para peneliti menghitung faktor lain, termasuk usia, berat badan, diet, olahraga dan faktor serangan jantung seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Akhirnya, hanya konstipasi parah yang tetap berkaitan dengan masalah jantung. Namun sulit untuk mengambil kesimpulan tentang hal itu.

"Konstipasi mungkin menjadi sarana untuk membantu menentukan perempuan yang memiliki sejumlah risiko mengalami penyakit kardiovaskuler," kata Dr Elena Salmoiragi-Blotcher yang memimpin penelitian itu. Salmoirago-Blotcher adalah ahli jantung di Fakultas Kedokteran, Universitas Massachusetts di Worcester.

Menurut dia, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menegaskan penemuan itu. Namun, katanya, semua perempuan pascamenopause perlu dievaluasi untuk mengetahui faktor risiko stroke dan penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Ia juga menyarankan kaum perempuan untuk sadar bahwa sembelit mungkin menjadi satu tanda bagi masalah jantung. Dan mereka mungkin perlu mempertimbangkan perubahan gaya hidup untuk mengatasi masalah itu, dibandingkan dengan tergantung pada obat pencahar.

Para ahli menyarankan penggunaan obat pencahar sebagai langkah terakhir jika berbagai cara perawatan non-stimulan tidak berhasil mengatasi masalah sembelit. Pencegahan sembelit dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan buah kaya serat, sayuran dan biji-bijian, serta berolahraga secara teratur.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA