Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

NU: Kita tak Perlu Sebut NII Kafir

Kamis 19 May 2011 16:15 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum PB NU, Said Aqil Sirodj dalam tem wartawan yang berlangsung di kantor pusat PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/5) menegaskan NII bukan kelompok kafir. Meski demikian, Said Aqil menyatakan kelompok seperti NII perlu diperangi lantaran hanya mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Mereka menyebut kita kafir, tapi kita tidak perlu menyebut mereka kafir namun lebih tepat bughat (penentang)," kata Said. Said mengatakan konsep kebangsaan yang dipikirkan pendiri bangsa bukanlah negara agama melainkan negara berpaham kebangsaan.

Sudah tentu, ujarnya, apa yang dipikirkan kelompok NII hanya mencederai usaha dan kerja keras pendiri bangsa dalam mewujudkan sebuah negara bangsa yang lama dicita-citakan para pendiri bangsa. "Seperti yang disampaikan Mustofa Bisri, kita orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia," kata dia.

Sebab itu, Said Aqil mengaku bingung dengan sikap pemerintah terutama menyoal kunjungan Menteri Agama ke Pesantren Al Zaytun. Menurut Said Aqil, banyak yang mempertanyakan soal kunjungan Menteri Agama. Sebab kunjungan itu justru melegitimasi ketidakbenaran soal dugaan pesantren itu termasuk pimpinannya sebagai anggota NII.

Padahal dalam rapat bersama komisi VIII dan kementerian agama, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan NII adalah induk terorisme."Jadi, sudah jelas bahwa mereka harus diperangi," tegas dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA