Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Tahukah Anda: Orang Indonesia 15 Tahun Lebih Cepat Terkena Katarak Ketimbang Negara Tropis Lainnya

Rabu 22 Jun 2011 21:56 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Pemeriksaan katarak

Pemeriksaan katarak

Foto: M Syakir/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut yang pada tahun 2000 yang diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4 persen dari total penduduk).

Masyarakat Indonesia juga memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di daerah tropis lainnya di mana sekitar 16 sampai 22 persen penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 56 tahun. Demikian data yang disampaikan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Lembaga ini memperkirakan setiap tahun muncul kasus baru katarak sebanyak 210ribu  orang, namun yang bisa direhabilitasi lewat operasi katarak hanya sekitar 120 ribu orang.

Selain itu, masih ada keengganan bagi orang Indonesia menjadi donor mata meskipun setelah meninggal meskipun jumlah donor yang ada saat ini masih sangat kurang.

Anggota baru Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Dr dr . Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, SpM menyayangkan kondisi tersebut karena banyak pasien yang membutuhkan cangkok mata. "Masih sedikitnya donor mata itu adalah karena kekurangpedulian dan masih adanya pandangan tabu untuk mendonorkan anggota tubuh meskipun setelah meninggal," katanya.

Hal inilah yang menyebabkan jumlah orang yang mau jadi pendonor mata setelah meninggal sangatlah sedikit. "Padahal mata tersebut menjadi besar manfaatnya bagi orang hidup yang membutuhkannya," katanya saat kuliah innaugurasi 'Menguak 'Jendela Hati' Sebagai Embrio Proses Berpikir Manusia' di RSCM, Jakarta, Rabu.

Data Bank Mata Indonesia mencatat baru ada sekitar 20.000 orang yang mendaftar menjadi pendonor mata di Jakarta, sedangkan di luar Jakarta jumlahnya tidak sampai 5.000 orang.

Padahal, tingkat kebutaan di Indonesia yang mencapai 1,5 persen merupakan angka yang cukup tinggi di Asia. Sebagai perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1 persen, di India 0,7 persen, dan Thailand 0,3 persen.

Penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak disusul penyakit glaukoma, kelainan refraksi dan penyakit lain terkait usia lanjut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA