Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

PM Palestina: Ada Formula Khusus Melawan Netanyahu

Kamis 26 May 2011 21:54 WIB

Red: Krisman Purwoko

Ismael Haneya

Ismael Haneya

REPUBLIKA.CO.ID,Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, menilai persatuan nasional sebagai jawaban terbaik kepada pernyataan terbaru PM Israel, Benyamin Netanyahu, seraya memberikan beberapa formula dalam menghadapi makar rezim Zionis.

Kantor berita Fars (26/5) melaporkan, Haniyah mengemukakan beberapa formula untuk menyusun strategi menghadapi sikap Netanyahu yang salah satunya adalah memperkokoh persatuan nasional dan implementasi kesepakatan rekonsiliasi nasional.

Netanyahu kemarin (25/5) dalam pidatonya di Kongres Amerika Serikat, mendesak Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas, untuk membatalkan kesepakatan dengan Hamas dan kembali ke meja perundingan dengan Israel.

Haniyah menegaskan bahwa pihaknya komitmen terhadap persatuan nasional. Ditambahkannya, "Kami akan menggulung rezim Zionis Israel dan saya pribadi akan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan realiasi rekonsiliasi nasional.

Menurutnya, elemen-elemen perjuangan dan persatuan harus diperkokoh dalam menghadapi para penjajah. Pejabat tinggi Palestina itu menegaskan, realiasi kesepakatan rekonsiliasi nasional menuntut pelaksanaan isi kesepakatan dengan seksama. "Kita harus melaksanakan seluruh poin dalam kesepakatan tersebut tanpa memaksakan perubahan apapun karena perubahan itu akan merusak inti kesepakatan," tegas Haniyah.

Menyinggung pidato Netanyahu, Haniyah menilainya sekali lagi menguak wajah asli rezim Zonis yang selalu didukung Amerika Serikat. Haniyah kembali menekankan komitmen bangsa Palestina terhadap inti tujuan muqawama termasuk di antaranya pemulangan para pengungsi Palestina di luar negeri.

Dengan orasi mengebu-gebu, Haniyah menegaskan, "Kita semua harus memperkuat perlawanan dan muqawama anti-Netanyahu." Lebih lanjut dijelaskannya, "Segala sesuatu tengah berubah, rezim-rezim kuat di kawasan berjatuhan, dan akan terbentuk bangunan baru." 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA