Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Ahmadinejad: Negara D8 Bakal Ekspor Makanan Halal ke Eropa

Kamis 19 May 2011 22:06 WIB

Red: Krisman Purwoko

Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan para menteri pertanian negara-negara anggota D8 mengisyaratkan kapasitas produksi di negara-negara Islam dan menegaskan pentingnya meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian demi mencerabut akar kemiskinan dan menghalau segala kendala menuju kemajuan. 

 

Presiden Ahmadinejad menjelaskan bahwa negara-negara anggota D8 memiliki kapasitas luar biasa di sektor pertanian, industri, ekonomi dan sains. Menurutnya semua ini harus diletakkan bersisian dalam sebuah manajemen strategis demi kepentingan negara anggota dan perdamaian dunia.

Pertemuan ini dilakukan Rabu malam (18/5) hari terakhir sidang dua hari para menteri pertanian negara-negara anggota D8 di Tehran. Para pakar dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki dan Iran (anggota D8) dalam sidang ini membahas mekanisme pelaksanaan dan metode mencapai swasembada di sektor produksi pangan.

Produksi pertanian dan perluasan industri pangan kini menjadi sektor ekonomi paling penting dalam pembangunan berkesinambungan. Sejatinya, jaminan keamanan pangan termasuk penting dalam menciptakan keamanan nasional dan tonggak pembangunan ekonomi. Jelas, negara-negara anggota D8 tidak dapat dikecualikan dari masalah ini. Negara-negara D8 dapat bekerjasama guna lebih cepat menciptakan lapangan kerja dan jasa demi meraih keamanan pangan yang berkesinambungan.

Studi-studi yang dilakukan lembaga-lembaga internasional menunjukkan bahwa sekitar satu pertiga dari bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia di seluruh dunia terbuang percuma. Oleh karenanya, kini persoalan seperti bertambahnya tingkat kelaparan di seluruh dunia, hancurnya lingkungan hidup dan sumber-sumber alam menjadi masalah yang membuat keamanan pangan menjadi masalah terpenting seluruh umat manusia. Karena kekurangan bahan pangan telah menjadi masalah sebagian negara di dunia.

Menurut para pakar, negara-negara anggota D8 dengan strategi yang berhasil dan populasi penduduk yang mencapai lebih dari 900 juta orang punya potensi luar biasa di bidang ini. Republik Islam Iran sebagai anggota pendiri kelompok ini siap untuk berbagi pengalaman dengan negara-negara anggota di sektor pertanian dan jaminan pangan. Iran juga telah menyampaikan ide-idenya di pertemuan Tehran. 

Alih teknologi sesuai kondisi setiap negara, standarisasi produksi pertanian, kesepakatan seluruh negara anggota D8 dalam produksi pangan halal dan satu sikap dalam pertemuan-pertemuan internasional menghadapi perusakan lingkungan hidup oleh negara-negara industri.

Pelaksanaan usulan-usulan ini memerlukan tekad bulat negara-negara anggota D8. Karena hasilnya adalah produksi pangan halal dengan standar terpadu di seluruh negara Islam. Guna merealisasikan hal ini, penting untuk memperhatikan kebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat. Selain itu, jaminan keamanan pangan dapat menjadi jalan baru bagi ekspor makanan halal yang dengan cepat akan mencapai pasar Eropa. Karena di sana ada sekitar 50 juta umat Islam yang membutuhkan makanan halal. 

sumber : IRIB/Sl/NA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA