Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Bulan Depan Harga Oleh-Oleh Yogyakarta Ini Naik

Rabu 09 Sep 2015 10:28 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah pekerja membuat makanan khas Yogyakarta Bakpia di Pathuk, Yogyakarta. Bakpia masih menjadi primadona oleh-oleh makanan khas Yogyakarta, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Sejumlah pekerja membuat makanan khas Yogyakarta Bakpia di Pathuk, Yogyakarta. Bakpia masih menjadi primadona oleh-oleh makanan khas Yogyakarta, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Bulan depan harga oleh-oleh khas Yogyakarta Bakpia dipastikan akan naik. Pasalnya saat ini para pengrajin bakpia di Kota Yogyakarta sudah mulai melakukan ancang-ancang untuk menaikkan harga.

"Bahan baku terutama tepung terigu mulai naik. Anggota paguyuban sepakat akan melakukan kenaikan harga mulai bulan depan," ujar Sumini, Ketua Koperasi Pengrajin Bakpia, Sumekar di Ngampilan, Yogyakarta, Rabu (9/9).

Ada 67 pengrajin bakpia yang tergabung di koperasi tersebut. Ngampilan sendiri merupakan sentra pengrajin bakpia di Kota Yogyakarta. Sedikitnya ada 150 pengrajin bakpia yang ada di kelurahan tersebut. Mereka sebagian besar terkumpul di Kampung Pathuk Ngampilan, sehingga sentra bakpia di Yogya terkenal dengan Bakpia Pathuk.

Menurut Sumini, harga tepung terigu sebenarnya sudah naik sejak kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Namun, para pengrajin masih menggunakan tepung terigu stok lama kerjasama dengan produsen tepung di Indonesia. Karenanya mereka belum melakukan kenaikan harga bakpia.

Namun terhitung bulan depan, pengrajin bakpia di Ngampilan sepakat akan melakukan kenaikan harga. Sebab tepung terigu yang mereka gunakan sudah dengan harga saat ini. "Bakpia isi 20 yang semula dijual Rp 18 ribu akan kita jual Rp 20 ribu," katanya.

Untuk bahan lainnya menurut Sumini, pihaknya masih menggunakan bahan lokal baik gula maupun kacang hijaunya. Di berharap dengan kenaikan harga tidak akan berpengaruh pada konsumen.

Menurutnya saat ini produksi bakpia di Ngampilan baru mengalami penurunan sekitar 20 persen. Pada hari biasa setiap pengrajin biasanya bisa memproduksi 2.000 biji bakia atau 100 dus setiap hari. Bakpia ini disetor ke toko besar atau di ambil langsung oleh konsumen. Namun saat ini produksi turun karena sepinya pembeli.

Produksi bakpia akan mengalami kenaikan menjelang akhir tahun atau libur panjang dan libur sekolah. Pada libur sekolah produksi bisa naik 100 persen sementara akhir tahun dan idul fitri produksi bisa naik 500 persen.

Lurah Ngampilan, Yogyakarta, Maryuni mengatakan, produsen bakpia di Kota Yogyakarta memang sebagian besar berada di Ngampilan khususnya di Pathuk. "7 persen dari jumlah penduduk kelurahan Ngampilan menjadi produsen bakpia selain toko-toko besar yang ada di Pathuk," katanya.

Ada tiga paguyuban pengrajin bakpia yang ada di Ngampilan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA