Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Alasan Merasa Sakit Setelah Konsumsi Vitamin

Rabu 17 Jan 2018 14:05 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari

Vitamin

Vitamin

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi multivitamin harian atau suplemen dapat memberikan dorongan ekstra bagi kesehatan seseorang. Namun tak jarang setelah meminum vitamin, akan terasa sakit dan merasa tidak membutuhkannya.

Menurut ahli gastroenterologi Universitas Langone Medical Center, Dr David Poppers mengonsumsi beberapa jenis vitamin dapat menyebabkan masalah di gastrointestinal atau saluran makan di lambung. Namun sakit tersebut tidak sampai mengalami sakit yang berlebihan seperti mual atau diare.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi masalah perut karena vitamin. Berikut alasan mengapa seseorang merasa sakit setelah mengonsumsi vitamin seperti dilansir dalam laman Huffington Post.

Mengonsumsi vitamin saat perut kosong
Vitamin memiliki zat asam seperti pada vitamin C, hal tersebut dapat menyebabkan mual ketika dikonsumsi saat perut kosong. "Ada beberapa efek penyangga saat mengonsumsi vitamin ketika hanya memakan sedikit makanan atau camilan," kata Poppers.

Dia menambahkan bahwa beberapa nutrisi lebih baik diminum sekaligus. Namun ada beberapa suplemen yang harus di konsumsi sendiri. "Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K lebih baik dikonsumsi ketika perut kosong," katanya.

Ada banyak zat besi dalam pil
Menurut direktur medis Program Hidup Sehat Mayo Clinic, Dr. Donald Hensrud, multivitamin yang mengandung banyak zat beso atau suplemen zat besi dapat menyebabkan mual. Terutama jika dalam keadaaan perut kosong.

"Zat besi menarik karena paling baik diserap oleh perut kosong, namun paling sulit diterima perut kosong karena mual. Saya menganjurkan untuk meminumnya setelah makan daripada mencoba memakannya dalam keadaan peru kosong kemudian menderita dan berhenti mengonsumsinya. Meski dapat mengurangi penyerapan namun lebih baik daripada tidak sama sekali," papar Hensrud.

Mengonsumsi vitamin dengan obat lain
"Vitamin seperti obat karena mereka dapat berinteraksi satu sama lain dengan obat lain yang dikonsumsi. Sangat penting untuk bertanya pada dokter untuk memastikan tidak ada interaksi berbahaya yang dapat menganggu kemanjuran," kata Hensrud.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa multivitamin dapat menyebabkan efek samping bila dikonsumsi secara besamaan karena tingkat estrogen meningkan. Hensrud menambahkan bahwa berbicara dengan dokter termasuk mengenai nutrisi tambahan sangat penting.

Vitamin tidak dikonsumsi di waktu yang tepat
"Sangat penting untuk berdiskusi dengan ahli dalam mengatur waktu konsumsi vitamin. Mereka dapat melengkapi satu sama lain dan terkadang mengganggu penyerapan satu sama lain,"kata Poppers.

Poppers menunjukkan bahwa zat besi akan baik dikonsumsi bersama vitamin c, sementara zat besi dengan kalsium dapat memberikan efek sebaliknya. Dia menganjurkan untuk melihat label pada vitamin sebagai arahan pemakaian, rincian bahan, manufaktur dan nilai nutrisi harian.

Baik Poppers dan Hensrud menuturkan bahwa seseorang harus mendapatkan jumlah nutrisi harian yang disarankan. Kebanyakan orang tidak memerlukan nutrisi tambahan kecuali mereka kekurangan nutrisi. Poppers juga menambahkan bahwa tes darah dapat dilakukan oleh dokter untuk menentukan vitamin yang akan dikonsumsi.

"Seperti kebanyakan hal yang berhubungan dengan kesehatan. Mengonsumsi vitamin bisa sangat kompleks," kata Poppers.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA