Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

PKS tak Gabung Pemerintah

Rabu 12 Aug 2015 15:00 WIB

Red:

JAKARTA--Presiden terpilih PKS Muhammad Sohibul Iman menegaskan, partainya tidak ingin bergabung dalam pemerintahan tanpa persetujuan Koalisi Merah Putih (KMP). Namun, PKS memberikan keleluasaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan perombakan kabinet. "Kami tidak berpretensi untuk masuk dalam kabinet atau apa yang menjadi hak prerogatif," kata Sohibul saat jumpa pers di DPP PKS, Selasa (11/8).

Sohibul menjelaskan, PKS tidak bisa berandai-andai masuk dalam kabinet pemerintah. Alasannya, PKS telah memiliki kesepakatan tersendiri dalam KMP. "Jika ditawari, tentu saja kita tidak bisa berandai-andai, tapi yang jelas kami di KMP memiliki kesepakatan-kesepakan tersendiri," kata Sohibul.

Karena itu, dia melanjutkan, PKS tidak bisa bertindak sendiri dalam menentukan tawaran kabinet. Sehingga, segala hal yang menyangkut hubungan antara pemerintah dan partai di KMP itu harus menjadi kesepakatan bersama. "Jadi, kita tidak bisa bertindak sendiri. Segala hubungan antara pemerintah dan partai di dalam Koalisi Merah Putih menjadi kesepakatan di dalam KMP."

Wakil Sekretaris Jenderal demisioner PKS Fahri Hamzah menegaskan, partainya tetap berada dalam KMP. Namun, Fahri mengakui, posisi PKS di KMP belum menjadi keputusan dari Majelis Syuro PKS yang baru. "Insya Allah PKS akan terus mempertahankan KMP," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Fahri, keberadaan PKS di KMP sudah menjadi komitmen internal PKS. Alasannya, PKS menjadi salah satu partai yang mendukung dan memperjuangkan pasangan Prabowo-Hatta di Pemilihan Presiden 2014. Wakil ketua DPR ini menambahkan, komitmen PKS untuk tetap di KMP bukan hanya datang dari presiden terpilih PKS, Sohibul Iman, melainkan juga seluruh kader di partai berbasis Islam ini.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengatakan, Sohibul Iman pantas menjadi presiden PKS yang baru menggantikan Anis Matta. Selain memiliki kualitas yang mumpuni, lulusan S-3 dari Jepang, juga usianya sekitar 50 tahun. "Usia yang matang menjadi pertimbangan dalam memilih presiden PKS. Sebab, kematangan emosional itu penting dalam menjadi pemimpin," kata Tifatul, Selasa (11/8).

Kiprah politik Sohibul Iman di PKS dinilai bagus. Apalagi, PKS punya misi untuk memunculkan tokoh-tokoh politik baru untuk membuktikan pengaderan di PKS berjalan dengan baik. "Kalau tokohnya yang muncul hanya itu-itu saja, artinya pengaderan tak berjalan dengan bagus. Di PKS, semua kader diberi kesempatan yang sama untuk terus berkembang."

Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro menilai, PKS cenderung berbeda dengan partai lain. Pergantian kepemimpinan PKS tidak bergejolak akibat pengaderan yang bagus. "Pemimpin PKS tidak pernah rangkap jabatan, ketika telah selesai menjabat, mereka tidak lagi menjadi pejabat di bidang lain," kata Siti.

Dalam pengaderan PKS, kata Siti, partai Islam itu selalu memberikan peluang bagi kadernya untuk meningkatkan karier politiknya. Namun, kekurangan PKS adalah sistem pengaderan saat ini belum terukur. "Setiap partai memiliki dinamikanya sendiri, begitu juga dengan PKS yang kontestasinya saat ini lebih memerlukan keadilan daripada sejahtera." n c94/ratna ajeng tejomukti ed: andri saubani

Hasil Musyawarah Majelis Syuro PKS pada 9 hingga 10 Agustus 2015 di Bandung, Jawa Barat. 

No Nama            Jabatan

1.    Suharna Surapranata    Ketua Mejelis Pertimbangan Pusat

2.    Surahman Hidayat        Ketua Dewan Syariah Pusat

3.    Muhammad Sohibul Iman    Presiden Ketua Dewan Pengurus Pusat

4.    Taufik Ridlo            Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat

5.    Mahfuzh Abdurrahman    Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat

6.    Untung Wahono        Sekretaris Mejelis Syura

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA