Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Menengok Proses Pencetakan Surat Suara

Sabtu 14 Jan 2017 14:15 WIB

Red:

Pada Rabu (11/1), sejumlah komisioner KPU dan KPU Provinsi Banten melakukan peninjauan pencetakan surat suara di percetakan PT Dian Rakyat, kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Percetakan tersebut mencetak 7,9 juta lembar surat suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.

Proses pencetakan jutaan lembar surat suara dimulai tepat pukul 09.00 WIB, Rabu pagi. Menurut Direktur PT Dian Rakyat, Ambar, proses mencetak surat suara untuk Pilgub Banten berlangsung pada Rabu-Sabtu (11-14/ 1).

Ambar menuturkan, PT Dian Rakyat sudah beberapa kali diberi kepercayaan mencetak surat suara untuk keperluan pemilihan. Karena itu, pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam proses kali ini.

"Yang paling penting itu proses pracetaknya. Sebab, ada pertimbangan keamanan saat setting desain surat suara," ujar Ambar kepada awak media.

Desain surat suara itu sebelumnya telah disepakati bersama antara KPUD Provinsi Banten dan kedua tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Desain menampilkan foto kedua pasangan, yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno-Embay Mulya Syarif.

Selain foto keduanya, ditampilkan pula nomor urut paslon dan keterangan Pilkada Provinsi Banten. Desain surat suara berlatar belakang warna merah dan putih, sebagaimana umumnya surat suara pada pilkada serentak 2015 lalu.

Republika berkesempatan mengamati lebih detail proses pencetakan surat suara pada Jumat (13/1). Secara umum, ada empat tahap yang dilakukan selama proses pencetakan surat suara.

Pertama, desain surat suara yang sudah disepakati dicetak dalam empat macam pelat. Empat macam pelat disesuaikan dengan warna dasar, yakni pelat biru, pelat kuning, pelat merah, dan pelat hitam.

Menurut penanggung jawab proses pencetakan surat suara, Sarkim, pelat dibuat sebagai pedoman untuk mencetak. "Proses kedua adalah pencetakan di atas kertas HVS 800 gram   berukuran 73 sentimeter x 47 sentimeter," katanya.

Pencetakan dilakukan di kedua muka kertas secara bertahap. Satu lembar kertas diperuntukkan bagi delapan buah surat suara.

Proses selanjutnya adalah pemotongan hasil pencetakan menjadi delapan bagian. Sarkim menuturkan, pemotongan dilakukan secara manual dan mekanis.

Seluruh hasil cetakan yang telah dipotong lantas diperiksa dan dipisahkan per 100 lembar. "Proses pemisahan ini merupakan tahap akhir sebelum packing. Proses packing masih menanti datangnya kardus," ungkap Sarkim.

Dia menambahkan, proses pencetakan dilaksanakan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB setiap hari.

Ketua KPU Provinsi Banten, Agus Supriatna, mengatakan, pengiriman surat suara untuk Pilkada Banten dimulai pada Sabtu (14/1).

Pada Sabtu, surat suara akan dikirimkan ke Kabupaten Tangerang. Setelah itu, distribusi surat suara akan dilakukan secara bertahap ke kabupaten dan kota lain. Pengiriman surat suara terakhir untuk Pilkada Banten dijadwalkan pada 23 Januari mendatang untuk Kota Serang.

"Setelah KPUD kabupaten dan kota menerima surat suara, lalu akan disortir dan diseleksi mana saja yang rusak. Seluruh jumlah kerusakan nanti dirangkum dalam berita acara dan disampaikan kepada PT Dian Rakyat selaku perusahaan pencetak surat suara," kata Agus menjelaskan ketika dikonfirmasi Republika.

Menurut dia, kerusakan pada surat suara  dapat berupa surat suara robek, berlubang, atau gambar tercetak tidak jelas. Pihaknya telah menyiapkan petugas penyortir surat suara di setiap KPUD.

Para petugas akan memeriksa, melipat, dan mengumpulkan surat suara yang rusak. Seluruh surat suara yang rusak akan dikumpulkan untuk dimusnahkan.

Surat suara yang rusak akan diganti dengan cara mencetak ulang sejumlah kerusakan. Setelah dicetak, pengganti surat suara yang rusak akan disalurkan ke setiap kabupaten dan kota sesuai dengan kebutuhan.

"Untuk pemusnahan surat suara yang rusak, akan dikoordinasikan dengan Bawaslu Provinsi Banten dan aparat kepolisian. Teknisnya seperti apa, akan dikoordinasikan dulu," kata Agus.     Oleh Dian Erika Nugraheny, ed: Muhammad Hafil

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA