Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Memaknai Hari Guru

Kamis 26 Nov 2015 15:00 WIB

Red:

Tak ada peringatan gegap gempita dalam Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November kemarin. Hanya ada upacara-upacara sederhana yang digelar di sekolah. Beberapa pihak memang menggelar acara peringatan, tapi skalanya tidak besar. Puncak acara peringatannya dilangsungkan di Istora pada 24 November dan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Banyak hal penting yang perlu dicatat dalam Hari Guru kali ini. Nasib guru honorer di sebagian daerah yang memprihatinkan masih harus menjadi perhatian. Mereka adalah guru yang status kepegawaiannya terus mengambang meski tugas yang dijalankannya sudah menyerupai guru tetap. Tanggung jawab mereka juga menyerupai guru tetap.

Nasib guru honorer ini tidak hanya menyangkut soal penghasilan. Sebagian mereka masih menerima honor yang jauh di bawah upah minimum. Akibatnya, mereka menjalankan profesi keguruannya sambil juga mengerjakan hal lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Fokus perhatiannya pada perkembangan murid pun menjadi tidak maksimal.

Persoalan lain yang juga harus direnungi bersama pada peringatan Hari Guru kali ini adalah soal pengembangan ilmu dan pengetahuan para guru. Teknologi saat ini telah memungkinkan para murid bisa menggali ilmu dan pengetahuannya dari internet. Sumber informasi yang sudah tersedia sedemikian banyak juga memudahkan murid untuk bisa menemukan sosok "guru yang lain" di dunia virtual.

Kecepatan murid dalam menyerap pengetahuan dari sumber-sumber informasi ini kerap melebihi kecepatan gurunya dalam mengembangkan diri. Tak jarang muridnya sudah tahu lebih banyak ketimbang gurunya. Posisi seperti ini bisa menimbulkan keputusasaan di kedua pihak.

Murid bisa merasa kurang respek karena gurunya tidak memenuhi kebutuhan tambahan ilmu yang diperlukan. Sebaliknya, guru juga bisa menjadi kurang semangat untuk mengajarkan hal yang muridnya sudah tahu lebih banyak.

Kondisi ini harus diantisipasi dengan meningkatkan semangat para guru untuk bersedia terus mengembangkan dirinya. Tidak harus melalui pelatihan formal, para guru juga harus didorong untuk rajin mengembangkan pengetahuannya dengan berbagai sarana teknologi yang kini tersedia. Dengan demikian, perkembangan para guru bisa mengimbangi murid-muridnya.

Persoalan lain yang juga sangat penting untuk menjadi renungan adalah soal pentingnya para guru menanamkan karakter pada murid-muridnya. Pendidikan karakter ini sangat penting bagi para murid untuk bekal menapaki kehidupan. Mereka tak hanya perlu pandai, tapi juga harus berkarakter dan berperilaku baik.

Peran guru sangat diperlukan dalam penanaman karakter murid-muridnya. Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, para guru juga dituntut untuk mampu melatih murid-muridnya berperilaku baik. Tugas menanamkan karakter ini jauh lebih berat untuk dijalankan ketimbang tugas untuk memenuhi tuntutan menyampaikan materi pelajaran. Dorongan dari semua pihak sangat diperlukan supaya tugas untuk membentuk karakter ini bisa dijalankan dengan baik.

Dalam kondisi masyarakat yang sudah semakin kehilangan respek dan kehilangan kepedulian ini, pembentukan karakter peserta didik sangatlah penting. Lewat pengembangan pendidikan karakter ini, diharapkan bangunan sosial yang mulai berubah bentuk bisa kembali diperbaiki sesuai khitahnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA