Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Menimbang Surel, Sutron, Posel, dan KTP Elektronik (Bagian 1)

Jumat 11 Nov 2016 18:00 WIB

Red:

Pekan lalu, dua rekan redaktur membahas bentuk yang  tepat untuk padanan kata "e-mail/email". Pembahasan tersebut mendatangkan banyak pertanyaan. Mana yang lebih pas dalam bahasa Indonesia. Posel atau surel? Pos-el atau sur-el? Apakah email sudah diserap dalam KBBI?

Perkembangan teknologi informasi berimbas pada kemunculan kata atau istilah baru. Istilah asing ini sejalan dengan dunia yang serbadigital. Semua berhubungan dengan mudah, cepat, dan tanpa batas di internet.

Kata asli internet muncul pertama kali pada 1970-an. Internet berasal dari kata "inter-network", yang hatta mengalami perubahan bentuk dan makna. Seperti yang terungkap dalam AP stylebook, buku yang menjadi acuan gaya selingkung dalam bahasa Inggris bagi awak media internasional. Huruf awal yang ditulis kapital pada kata "Internet" kini berubah menjadi 'internet'. Internet dikategorikan sebagai istilah umum.

Layanan e-mail kian populer semenjak kehadiran internet hingga sekarang. Sebagai alat komunikasi, email atau e-mail digunakan untuk bertukar pesan secara digital. Perubahan istilah pun terjadi pada kata e-mail, yang diketahui dari penggunaannya di media massa asing yang berkiblat pada AP stylebook.

AP stylebook pada 2011 mengubah kata e-mail menjadi email. Mereka mengumumkannya melalui media sosial, Twitter. Ada penghilangan tanda hubung di antara electronic dan mail. Namun, kata email menjadi pengecualian dari kelompok istilah yang memuat kata electronic dan masih memakai tanda hubung, seperti e-book, e-business, e-commerce.

Padanan untuk istilah e-mail memiliki dinamika perubahan tersendiri. Bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi sumber kekayaan istilah yang berkaitan dengan teknologi. Tentunya, diperlukan pemadanan bahasa agar dipahami kalangan masyarakat di negara dengan bahasa Inggris bukan sebagai bahasa utama. Para penutur bahasa setempat berusaha mencari padanan atau istilah asing ini. Misal, di Swedia dan Indonesia.

Seperti yang dijelaskan oleh Andre Moller dalam tulisannya di salah satu media massa pada 2003. Pengamat bahasa sekaligus penyusun kamus Swedia-Indonesia ini menyatakan beberapa istilah komputasi yang dipadankan dalam bahasa Swedia. Ia mencontohkan, e-mail disebut e-brev atau kalau harus memakai bunyi Inggris menjadi ejaan sendiri, yakni e-mejl. Kata tersebut diindonesiakannya dengan kata "surat-e". Tanda @ disebutnya dengan snabel-a yang berarti "a-belalai". Menurut dia, pengswediaan kata-kata ini tak terbatas hanya pada istilah asing yang ada di dunia komputer.

Di Indonesia, email atau e-mail menjadi kata yang tidak asing dalam keseharian. Email atau e-mail merupakan satu di antara cara untuk berkomunikasi. Masyarakat Indonesia gemar berbagi pesan, baik melalui media sosial maupun email atau e-mail. "Tugasnya, saya kirim lewat email ya?", "Minta alamat imel dong", "Cek surel, barusan kirim contoh soal", misalkan dalam bentuk percakapan pada situasi informal.

Kata "e-mail" atau "email" tidak diserap sesuai kata aslinya di dalam bahasa Indonesia. Kata email dapat berselisih makna dengan istilah kedokteran gigi.

Pada perkembangannya, istilah "e-mail/email" mengalami beberapa kali perubahan yang cukup dinamis. Di dalam Buku Praktis Bahasa Indonesia 2 (2011: 104) pada Bab III tentang Istilah, disebutkan electronic mail atau e-mail adalah poselektronik. Kata tersebut bisa berarti surat elektronik atau diakronimkan menjadi "sutron".

Kemudian, Pengindonesian Kata dan Ungkapan Asing (2012: 78) menyatakan, electronic mail atau e-mail diartikan sebagai pos elektronik atau pos-el. Kata tersebut memiliki terjemahan yang sama, yaitu surat elektronik atau sur-el.

KBBI IV memuat pos-el dan surel. Dalam buku tersebut, surel adalah surat elektronik, sedangkan pos-el atau pos elektronik. Pos-el diberi makna lebih di dalam KBBI, ia tak sekadar berupa akronim. Pos-el berarti penggunaan jejaring komputer untuk mengirim dan menerima pesan.

Sebenarnya, Badan Bahasa telah mengungkapkan padanan kata yang tepat untuk istilah e-mail dalam lamannya. Badan Bahasa memilih kata pos-el, yang merupakan bentuk pendek dari pos elektronik. "Kata itu diserap dari bahasa Inggris e-mail, yang merupakan bentuk pendek dari electronic mail."

Dijelaskan pula dua definisi dari istilah pos-el. "Pos-el adalah alat atau sistem untuk mengirimkan pesan secara elektronik kepada seseorang atau instansi, baik antarkomputer maupun ponsel, dalam sebuah jejaring. Selain sebuah sistem, pos-el juga dapat bermakna 'pesan yang dikirim atau diterima melalui sistem tersebut'."

Pesan elektronik kemudian berkembang tak hanya bisa mengirim pesan berupa teks, tapi juga pesan yang dilampirkan, seperti foto, dokumen, dan suara. "Pada awalnya e-mail dibuat untuk mengirimkan pesan pendek berupa teks. Sistem tersebut sekarang telah berkembang, tidak hanya pesan teks pendek yang dapat dikirim, tetapi dokumen, foto, gambar, bahkan program dengan batas ukuran tertentu juga dapat dikirimkan melalui pos-el." 

Oleh Ririn Liechtiana
Kepala Bahasa Republika, ed: Stevy Maradona

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA