Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Sumbangsih Bahasa Arab untuk Peradaban Dunia

Selasa 12 Jan 2016 11:00 WIB

Red:

Sama seperti peran bahasa Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa, bahasa Arab menyumbangkan banyak kosakata kepada bahasa-bahasa di dunia Islam. Pada Abad Pertengahan, bahasa Arab merupakan bahasa utama ilmu pengetahuan dan politik. Interaksi pada masa itu membuat beberapa bahasa Eropa turut meminjam ratusan kosakata bahasa Arab.

Pengaruh bahasa Arab paling mendalam tampak pada negara-negara mayoritas Islam atau yang pernah dikuasai Islam. Sebut saja, dalam bahasa Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu, dan Indonesia.

Kebanyakan istilah agama yang digunakan oleh Muslim seluruh dunia adalah pinjaman dari bahasa Arab. Kendati demikian, pengaruh bahasa tidak kurang banyak dalam bahasa-bahasa di belahan bumi Eropa. Sebagian besar pengaruh tersebut bermula dari ekspansi Islam ke Semenanjung Iberia.

Sebuah buku bertajuk Arabic in World Languages yang dipublikasikan The King Abdul Aziz Center dalam rangka UN Arabic Language Day, mendokumentasikan pengaruh bahasa Arab dalam delapan bahasa dunia, yaitu Spanyol, Italia, Prancis, Inggris, Jerman, Turki, dan Indonesia. Yang pertama, bahasa Spanyol.

Penaklukan Muslim pada 711 M (mulai abad 8-15 M) menyisakan warisan penting yang terus hidup dalam khazanah budaya masyarakat Spanyol. Adopsi bahasa Arab ke dalam bahasa Spanyol berlangsung selama kurang lebih delapan abad kekuasaan Muslim di sana. Hal itu memberikan kontribusi besar dalam kosakata Spanyol modern.

Yang paling mudah ditelisik ialah kata-kata yang dimulai dengan "al", seperti algebra atau alcoba (kamar tidur). Kemudian, ada kata jefe dari kata "khalifa" (chief), dan fulano dari kata "fulan" (seseorang).

Dalam tingkat lain, tulis R Penny dalam A History of the Spanish Language, bahasa Arab juga memengaruhi ekspresi dan ungkapan-ungkapan, seperti dios quiere (insya Allah). Menurut terbitan The King Abdul Aziz Center, jumlah kosakata pinjaman Arab dalam bahasa Spanyol mendekati 1.500 lema. Namun, ada pula yang memprediksi jauh lebih besar hingga angka 3.000-4.000 lema.

Bahasa Arab juga memberi pengaruh terhadap bahasa Italia. Interaksi kedua bahasa itu bermula dari ekspansi kekuasaan Islam di wilayah selatan Italia dan hubungan perdagangan di kawasan utara. Jumlah kosakata pinjaman Arab dalam bahasa Italia mendekati 300 kata.

Berikutnya, jumlah kosakata bahasa Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Prancis mendekati 400 lema. Pengaruh Arab dalam bahasa ini berasal dari hubungan perdagangan, interaksinya dengan bahasa Spanyol dan Latin Pertengahan, serta diaspora orang-orang Arab dalam beberapa dekade terakhir.

Pengaruh bahasa Arab dalam bahasa Jerman juga berasal dari bahasa perantara, seperti bahasa Prancis dan Latin Pertengahan. Kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Jerman diperkirakan mendekati 200 lema. Kemudian, pengaruh bahasa Arab di Turki jelas muncul dari eksistensi kekhalifahan Islam dan hubungan agama.

Jumlah kosakata Arab dalam bahasa Turki hingga mendekati angka 6.000 lema. Begitu pun dengan bahasa Persia, serapan bahasa Arab dalam bahasa ini mendekati angka 8.000 kosakata. Relasi itu dipengaruhi oleh hubungan agama dan keberadaan pemerintahan Islam pada masa lampau. Untuk bahasa Indonesia, pengaruh bahasa Arab datang dari hubungan perdagangan dan agama dengan kosakata serapan berkisar 3.000 lema.

Inggris

Para penutur bahasa Inggris sering tidak menyadari berapa banyak kosakata bahasa Arab terselip dalam bahasa mereka. Bahasa Inggris sebagai bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, ternyata juga menyimpan warisan sejarah dari bahasa Arab.

Inggris menyerap pengaruh bahasa Arab tidak hanya melalui kontak dengan orang Moor (Muslim) dari Spanyol, tetapi juga melalui tentara yang pulang dari Perang Salib dan hubungan perdagangan dengan dunia Arab. Kebanyakan interaksi berlangsung antara abad ke-8 dan ke-12 ketika pemerintahan Islam memperluas ekspansi ke Andalusia.

Sebagian kata bahasa Inggris diserap secara langsung melalui bahasa Arab. Sebagian lagi diserap melalui bahasa Eropa lain yang pernah bersentuhan dengan dunia Islam, terutama bahasa Spanyol, Prancis, Latin Pertengahan, dan Italia.

Misalnya, kosakata sehari-hari, seperti gula (sukkar), kapas (quthn), majalah (makhzen), aljabar, alkohol, algoritma, almanak, pisang, kaliber, gitar, lemon, matras, dan zenith. Jumlah kosakata serapan ini, menurut Arabic in World Languages, berkisar 400 lema. Banyak kata dalam astrologi dan alkimia memiliki akar dalam bahasa Arab karena dunia Arab berada di garis depan disiplin ilmu ini pada zaman Pertengahan.

Selama 1.000 tahun, bahasa Arab adalah bahasa internasional dalam perdagangan, pendidikan, dan politik. Ini nyaris sama dengan peran yang dimainkan bahasa Inggris sekarang. Di samping delapan bahasa tersebut, bahasa Swahili, Tamazight, Kurdi, Urdu, Yunani, Rusia, Portugis, dan Albania juga menyerap sejumlah kosakata bahasa Arab.

Terbitan itu juga mencatat, pengaruh bahasa Arab dalam beberapa bahasa telah menurun secara sistematis. Misalnya, dalam bahasa Spanyol, Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Turki. Tidak ada penjelasan mengenai faktor penyebab menurunnya kosakata serapan ini. Sementara, serapan bahasa Arab dalam bahasa Persia dan Indonesia dinilai relatif stabil.

Melayu Indonesia

Perkembangan bahasa Indonesia tidak lepas dari pengaruh bahasa Arab. Pengaruh tersebut tidak hanya terdapat di aspek leksikal, tapi juga morfologi dan sintaksis. Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia memperkirakan ada 3.000 peristilahan Melayu yang berasal dari bahasa Arab dan Arab-Parsi.

Sementara, Russel Jones dalam Loan-Words in Indonesian and Malay mencatat, dari 10 bahasa donor terbesar terhadap bahasa Melayu-Indonesia, bahasa Arab menduduki tempat kedua setelah Sansekerta, disusul oleh bahasa Persia dan Hindi secara berturut-turut.

Bahasa Arab telah berumur panjang di bumi nusantara. Guru besar Universitas Padjajaran Prof Tajudin Nur dalam "Sumbangan Bahasa Arab Terhadap Bahasa Indonesia dalam Perspektif Pengembangan Bahasa dan Budaya", dalam jurnal Humaniora 2014, menjelaskan, bahasa Arab masuk ke nusantara seiring dengan masuknya agama Islam pada abad ke-7 M lewat para pedagang Muslim serta perkembangan Islam mulai abad ke-11 dan 12 M.

Artinya, sudah lebih dari 10 abad bahasa Arab turut membentuk alam kebudayaan Indonesia. Selain penyerapan kosakata, pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Melayu memunculkan satu bentuk kreatif sistem tulisan yang dikenal dengan huruf Jawi. Berkat para ulama pula, bahasa Melayu mencapai taraf yang tinggi sebagai bahasa pengkajian ilmiah.

Guru besar UGM Prof Syamsul Hadi dalam "Bahasa Arab dan Khazanah Sastra Keagamaan di Indonesia" jurnal Humaniora No II tahun 1995, menambahkan, bahasa Arab telah menjadi bagian dari ekspresi kebudayaan dan peribadatan umat Islam di nusantara. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia meminjam kosakata bahasa Arab. Dalam istilah keagamaan, dikenal istilah syahadat, shalat, zakat, haji, rukun, syarat, doa, wahyu, sunah, makruh, halal, haram, mubazir, azan, amal, hidayah, sabar, tawakal, dan sebagainya.   

Bahasa ini berperan memperkaya khazanah perbendaharaan kata bahasa Indonesia, baik di bidang agama, sastra, filsafat, hukum, politik, maupun ilmu pengetahuan. Kosakata Arab tersebut diserap dalam bahasa Melayu yang kemudian menjadi lingua franca dan bahasa nasional Indonesia. Dalam penyerapan itu, turut masuk ide atau konsep-konsep Islam mewarnai kondisi sosial politik, ekonomi, budaya, dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Syed Muhammad Naquib Al Attas dalam Sejarah dan Kebudayaan Islam dalam Bahasa Melayu, menyebut penyerapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia ini sebagai proses Islamisasi bahasa. Yang diserap ke dalam bahasa Melayu tidak hanya kosakata teknis, tapi juga konsep atau kata kunci dalam Islam.

Islamisasi bahasa membawakan kata-kata penting Arab Qurani dalam semua bahasa Islam yang memancarkan pandangan alam Islam serta menyatukan dasar-dasar akidah, akhlak, dan perundangan mereka. Contohnya, istilah Allah, nabi, rasul, ilmu zikir, fikir, hikmah, malaikat, dunia, akhirat, kalam, kertas, dakwah, adil, akhlak, dan hukum. Bahkan, kata Al Attas, proses Islamisasi bahasa ini di tempat tertentu bisa melahirkan bahasa yang dahulunya belum ada seperti bahasa Urdu yang sekarang menjadi bahasa resmi Pakistan. N C38 ed: nashih nashrullah 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA