Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

H Suwanda, Maestro Kendang Karawang: Jaipongan

Senin 26 Oct 2015 18:00 WIB

Red:

Jaipongan merupakan kesenian tradisional asal Jabar. Kesenian ini, lebih didominasi dengan gerakan tari. Jaipongan asal Karawang, tak jauh berbeda dengan tari yang sama dari daerah lain di Jabar. Namun, jaipong Karawang lebih menonjolkan sisi gitek, geol, dan goyang dari para penarinya.

Jaipong Karawang ini pernah berjaya di masa keemasannya. Saat ini, jaipongan juga masih memiliki tempat di sebagian masyarakat Jabar. Terutama, warga Karawang. Tetapi, saat ini jaipong telah ditinggalkan generasinya.

Karena itu, kesenian ini harus segera dilestarikan. Bahkan, segera didaftarkan ke Unesco. Harapannya, agar jipongan menjadi warisan budaya dunia tak benda. Mumpung senimansenimannya masih ada. Jika nanti, para seniman yang konsen terhadap kesenian ini, satu per satu telah dipanggil Sang Pencipta, dikhawatirkan jaipongan akan semakin ditinggalkan.

Karena itu, saya meminta supaya pemerintah juga turut andil dalam melestarikan seni budaya ini. Pelestariannya, jangan sampai hanya bersifat seremonial belaka. Tapi, lebih ke aplikasi. Misalkan, jaipong masuk dalam kurikulum sekolah. Supaya, generasi muda ini mau tak mau turut andil dalam melestarikan budaya ini.

Selama ini, di Karawang khususnya, perhatian pemerintah terhadap kesenian dinilai masih belum maksimal. Dari masa ke masa, perhatian pemerintah hanya bersifat tertentu. Tak sampai, ada perlindungan hingga ke akar-akarnya. Karena itu, para seniman ini ingin diperhatikan secara lebih.

Padahal, bila musim perhelatan pilkada, kesenian sering dijadikan alat untuk kampanye. Namun, ketika sudah jadi memimpin, mereka lupa terhadap kesenian ini. Seharusnya, jangan seperti itu. Karena kesenian ini, salah satu yang membuat harum nama daerah tersebut.

Tak hanya itu, para seniman Karawang juga prihatin dengan klaim dari seniman Bandung. Mereka mengklaim, jaipongan itu kali pertama lahir di Bandung. Padahal itu tak benar. Jaipong ini, pertama kali diciptakan justru dari tanah Karawang.

Mengadopsi dari gerakan topeng Banjet yang merupakan kesenian khas wilayah lumbung padi, maka lahirlah jaipongan. Tetapi, dengan klaim itu, hingga sekarang, Jaipong yang terkenal dari Bandung.

Karena kondisi itu, para seniman Karawang bersedih. Ingin mengadu, tapi pada siapa. Sebab, kepala daerahnya saja hanya bisa terdiam. Begitu pula dengan para wakil rakyat, tak bisa menyuarakan kalau jaipong ini awalnya dari Karawang.

Dengan begitu, sebelum diusulkan ke Unesco, alangkah baiknya bila sejarah Jaipongan diluruskan dulu. Bahwa, jaipongan cikal bakalnya dari Karawang bukan dari Bandung. Setelah itu, baru kesenian tari yang mengusung gitek, geol, dan goyang ini dipatenkan jadi warisan budaya tak benda, seperti budaya 'Ngarot' milik Kabupaten Indramayu. ¦ ita nina winarsih, ed: agus yulianto

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA