Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

DPRD Kabupaten Indramayu Periode 2014-2019 Dilantik

Rabu 13 Aug 2014 12:00 WIB

Red:

INDRAMAYU –– Sebanyak 50 orang caleg terpilih dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Indramayu periode 2014-2019. Meski sempat me nuai penolakan terhadap lokasi pelantikan anggota DPRD Kabupaten Indramayu, pe lan tikan tetap dilaksa nakan di Pendopo Indramayu, Selasa (12/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelan tik an dan pengambilan sumpah jabat an anggota dewan itu di lakukan mela lui rapat paripurna istimewa DPRD Indramayu. Acara dipimpin ketua DPRD Indramayu periode sebe lumnya, Abdul Rozak Muslim.

Dari 50 anggota dewan itu berasal dari delapan parpol. Yakni Golkar yang men dapat 19 kursi, PDIP dan PKB ma sing-masing tujuh kursi, Gerindra lima kursi, PKS empat kursi, Nasdem dan Demokrat masing-masing tiga kursi, serta Hanura dua kursi. Sementara itu, dari 50 caleg yang terpilih tersebut, ma yo ritas atau sebanyak 34 orang merupakan wajah baru. Sedangkan 16 lain nya, merupakan incumbent. ''Ini me ru pa kan hasil pilihan rakyat,'' ujar Abdul Rozak Muslim.

Rozak menjelaskan DPRD merupa kan mitra pemerintah daerah. Koridor kesetaraan untuk saling menghargai. Me nurutnya, selama periode 2009-2014, DPRD Kabupaten Indramayu telah me ngesahkan 84 peraturan daerah (perda).

Dari jumlah itu sebanyak 77 perda ber asal dari pengajuan eksekutif dan tujuh perda atas prakarsa DPRD. Rozak me nambahkan selama periode 2009 2014, legislatif bersama eksekutif telah melaksanakan fungsi anggaran dengan membahas penetapan APBD, perubahan APBD dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. ''Selama lima tahun ter ak hir, total volume APBD telah mengalami kenaikan,'' ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, acara pelantikan dan pengambilan sumpah ja bat an berjalan dengan lancar. Sejumlah caleg yang partainya semula meno lak pelaksanaan pelantikan di pendopo, juga tetap hadir.

Seperti diketahui, dua parpol di Kabupaten Indramayu yang memiliki se puluh kursi di DPRD Kabupaten Indra ma yu menolak acara pelantikan di Pendopo Kabupaten Indramayu. Menurut mereka, penolakan itu dilakukan untuk menjaga netralitas para anggota dewan. Kedua parpol itu, yakni PKB yang memiliki tujuh kursi dan Nasdem yang memiliki tiga kursi. Mereka menilai, pelantikan yang dilakukan di pendopo tidaklah etis karena DPRD merupakan lembaga po litik negara.

Sekwan DPRD Indramayu, Sri Wulaningsih menyatakan pelantikan di lakukan di pendopo dikarenakan loka sinya yang luas dan bisa menampung un dangan dalam jumlah banyak. Sementara itu, saat pelantikan ber langsung, puluhan massa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meng gelar unjuk rasa di depan jalan ma suk menuju lokasi pelantikan. Dalam aksi nya, mereka menuntut agar wakil rakyat yang baru dilantik bisa menja lankan pengawasan terhadap jalannya peme rintahan daerah. ¦ ed: rachmat santosa

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA