Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Perhatian Khusus untuk Sunat Anak Gemuk

Kamis 03 Dec 2015 17:15 WIB

Red:

Ketika seorang anak laki-laki telah memasuki masa akil balig, menurut hukum Islam dianjurkan untuk khitan (sunat). Tradisi ini sudah dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim. Tujuannya untuk membersihkan kotoran yang melekat pada daerah kemaluan.


Seiring dengan perkembangan zaman, prosedur sunat banyak mengalami perkembangan pesat, mulai dari tradisional, konvensional, hingga modern. Namun, prosedur tersebut harus disesuaikan karena setiap anak lelaki yang hendak disunat memiliki kondisi penis yang berbeda-beda sesuai dengan berat badannya.

Beberapa kendala sering ditemukan, salah satunya sunat pada anak bertubuh gemuk. Ada yang memiliki penis kecil atau disebut mikropenis. Ada juga yang terkubur lemak atau buried penis.

Hal tersebut disampaikan oleh spesialis bedah Graha Rumah Sunatan Bekasi, dr Mahdian Nur Nasution SpBS. Menurutnya, sering kali dokter sulit membedakan kondisi tersebut. Mikropenis disebabkan oleh faktor hormonal. Yakni, kadar hormon testosteron rendah.

"Pada kondisi tersebut, kebanyakan dokter menyarankan agar sang anak melakukan terapi hormonal terlebih dahulu sebelum sunat. Hal ini membuat anak menjadi cepat mengalami pubertas, tumbuh rambut dewasa, dan suara berubah," katanya dalam acara kunjungan media "Sunat Gemuk tanpa Perlu Terapi Hormon di Bekasi, Selasa (1/12).

Akan tetapi, apabila melakukan terapi hormon tentu sangat berisiko tinggi. Selain sang anak mengalami pubertas dini, pertumbuhannya juga dapat terganggu karena terapi hormonal tidak bisa dilakukan hanya satu kali. Namun, harus dilakukan sekitar tiga kali selama 25-50 hari.

Sementara, buried penis disebabkan oleh penis sang anak yang terkubur lemak. Sehingga, pada saat proses sunat, kepala penisnya tidak terlihat. Hal inilah yang juga membuat para medis sulit untuk melakukan sunat pada anak tersebut.

"Ketika melakukan proses sunat pada kondisi anak yang seperti ini, dokter perlu menekan kulit di sekitar penis agar kepala penis dapat terlihat. Tapi, sedikit menyakitkan sehingga banyak dokter tidak berani melakukan hal ini karena sang anak tentu akan memberontak kesakitan," katanya melanjutkan.

Anak dengan kondisi seperti ini tentu harus mendapatkan penanganan khusus melalui tenaga ahli medis yang profesional. Banyak kasus ditemukan, jika penanganannya tidak tepat maka risikonya kepala penis akan kulup kembali.

Pasien harus menjalankan perbaikan atau reparasi sunat. Namun, tindakan ini bukan berarti tidak berisiko. Ini juga tidak mudah dilakukan. Anak akan mengalami trauma karena harus disunat lagi.

Hal tersebut tentu sangat tidak menyenangkan dan membuat orang tua menjadi khawatir. Tidak hanya itu, kondisi ini juga membuat sang anak menjadi tidak percaya diri secara psikologis. "Masalah ini harus segera diatasi agar tidak menjadi kendala sampai dia dewasa dan menikah nanti," katanya melanjutkan.

Dengan kondisi tersebut, jelas sekali bahwa dalam prosesnya, sunat gemuk tentu memiliki tingkat kesulitan yang lebih ketimbang sunat biasa. Meskipun begitu, secara keseluruhan sebenarnya sunat pada anak gemuk dapat dilakukan tanpa harus melakukan terapi hormon.

Beragam teknologi dan metode telah banyak dikembangkan guna mengatasi masalah tersebut. Penanganannya pun ditangani langsung oleh para dokter spesialis bedah. Biayanya lebih murah dan memiliki risiko lebih rendah. Orang tua tidak perlu khawatir dalam mengatasi masalah sunat pada anak gemuk. n c04 ed: erdy nasrul

***
Pentingnya Edukasi kepada Orang Tua Sebelum Anak Disunat


Bagi anak gemuk yang hendak disunat, dr Mahdian Nur Nasution SpBS menyarankan agar perlu memperhatikan beberapa hal. Ini berguna untuk memastikan jenis kondisi penis sang anak, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Menurutnya, anak tidak perlu melakukan reparasi sunat ataupun diet ketat. Jadi, dapat mengurangi risiko buruk yang tidak diinginkan.

Sebelum sunat, para dokter perlu mengedukasi sejak awal kepada orang tua pasien. Karena, sebagian anak yang bertubuh gemuk menghasilkan keringat berlebih dan memiliki kelenjar lemak yang banyak. Selain itu, banyak pula kotoran yang menumpuk di selangkangan mereka.

"Jadi, orang tua perlu memperhatikan kondisi kebersihan penis sang anak dan lebih teliti membersihkannya usai sunat. Terlebih, jahitan setelah disunat tidak boleh basah dan harus sering diperhatikan," ungkap dokter yang juga berpraktik si RS Mitra Keluarga Cikarang ini.

Teknik jahitan pada sunat bagi anak gemuk berbeda. Jenis benang dan jenis jahitan harus lebih rapat serta tekniknya dilakukan secara berkelanjutan atau tidak boleh putus-putus.

Selain itu, orang tua juga harus mengedukasi sang anak sebelum melakukan sunatan. Hal itu dilakukan agar anak lebih siap menerima tindakan yang akan dilakukan oleh dokter.

Proses sunatan ini biasanya juga hanya memerlukan waktu kurang lebih 15 hingga 20 menit. Sementara, risiko terjadinya pendarahan, nyeri berlebih, maupun risiko lainnya juga sangat minim. n c04 ed: erdy nasrul

***
Tips Bagi Anak Gemuk yang Hendak Disunat

1. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya untuk mengetahui jenis kondisi penis sang anak.

2. Edukasi sejak dini kepada anak. Pastikan anak benar-benar ingin disunat sesuai dengan permintaan mereka sendiri tanpa ada paksaan.
Jika hal ini tidak dilakukan, kemungkinan anak justru akan memberontak ketika proses sunat, dan jelas membuat tenaga medis kesulitan melakukan tindakan.

3. Sering tarik kulup (kulit sekitar penis). Hal ini sebaiknya dilakukan sejak bayi. Tujuannya agar penis tidak mengalami perlengketan di area kepala penis. Sehingga, penis bersih dari kotoran-kotoran yang menempel di area tersebut.

4. Awasi pola makan, karena anak yang gemuk cenderung memiliki lemak berlebih, terutama di sekitar selangkangan dan area penis.

5. Beri pengertian agar anak lebih siap menghadapi proses sunatan.

Sumber: dr Mahdian Nur Nasution SpBS

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA